Dewan Pembina IMO-Indonesia DR. Yuspan Zalukhu, SH. MH. : POLRI HARUS INTROPEKSI DIRI

Spread the love

JAKARTA | Semoga Polri semakin Jaya dicintai rakyat dan semakin sukses dalan segala bidang tugas pengabdiannya, berikut ucapan selamat ulang tahun ke-74 kepada POLRI dan keluarga besar POLRI dari IMO-Indonesia yang disampaikan oleh dewan pembina DR. Yuspan Zalukhu.

Pada momentum hari ulang tahunnya ke-74 tengah pandemi COVID-19, Kepolisian Negara Republik Indonesia diharapkan dapat melakukan intropeksi agar dapat lebih sukses dalam mewujudkan tugas-tugas pelayanannya sebagai keamanan dalam negeri yang meliputi terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ketertiban dan tegaknya hukum, terselenggaranya perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, serta terbinanya ketenteraman masyarakat dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, ujar DR. Yuspan Zalukhu Dosen Universitas Bhayangkara Jakarta dan Universitas Jayabaya tersebut, selasa 30/06/20 kepada awak media di Jakarta.

Dirinya melihat bahwa Polri telah berbuat banyak dan berhasil merubah paradigma pelayanannya sehingga Polri dirasakan semakin dicintai masyarakat walau disana sini masih banyak membutuhkan pembenahan untuk lebih dan lebih lagi mengoptimalkan kinerjanya.

Dewan Pembina IMO-Indonesia tersebut juga menuturkan bahwa membangun Polri yang lebih baik harus didukung payung hukum makro yang jelas dan tegas dalam memberikan kemanfaatan penegakan hukum berupa keadilan restoratif (restorative justice).

Memang diskresi Polri telah diberikan melalui Undang-Undang No. 2 Tahun 2002 tentang Polri pada Pasal 16 dan 18 namun belum memadai penegasannya sehingga tidak dapat digunakan sebagai payung hukum penghentian penyidikan.

Yuspan yang sering diundang sebagai Nara sumber seminar tersebut mengatakan mengapresiasi inovasi berupa solusi mewujudkan tujuan penegakan hukum yang berkemanfaatan bagi pihak-pihak terkait suatu permasalahan dan bagi masyarakat pada umumnya.

Polri telah membuat Peraturan Kapolri berupa surat edaran No. 8 Tahun 2018 dan Perkap No. 6 Tahun 2019 namun ke berlakuannya masih bersifat dalam lingkup teknik operasional karena ketika surat pemberitahuan dimulainya penyidikan sudah dikirim kepada kejaksaan maka penghentian penyidikan selalu dipertanyakan dasar hukumnya karena tidak termasuk yang diatur dalam KUHAP sementara diskresi Polri dalam Pasal 16 & 18 UU No. 2 Tahun 2002 sebagai payung hukum yang makro bisa multi tafsir.

Yuspan berharap dan ia juga yakin sebagai harapan Polri dan masyarakat menunggu inovasi melalui payung hukum berupa revisi atau perubahan undang-undang sebagai prodak eksekutif bersama legislatif, dan semoga hal tersebut dapat segera terwujud yang kiranya menjadi kado istimewa POLRI di usianya yang ke-74, tutup Yuspan Zalukhu.

Related posts

One Thought to “Dewan Pembina IMO-Indonesia DR. Yuspan Zalukhu, SH. MH. : POLRI HARUS INTROPEKSI DIRI”

  1. Claudia Clement

    Hi, We are wondering if you would be interested in our service, where we can provide you with a dofollow link from Amazon (DA 96) back to nuansarealitanews.com?

    The price is just $77 per link, via Paypal.

    To explain what DA is and the benefit for your website, along with a sample of an existing link, please read here: https://pastelink.net/1nm60

    If you’d be interested in learning more, reply to this email but please make sure you include the word INTERESTED in the subject line field, so we can get to your reply sooner.

    Kind Regards,
    Claudia

Comments are closed.