Disambut Sekda Kota Depok drg Hardiono, Ketua DPC PIKI ; Raperda Depok Kota Religius Belum Dibutuhkan Masyarakat

Spread the love

Depok | Nuansarealitanews.com,- DPC Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) dan Persatuan Gereja-Gereja Indonesia Setempat (PGI-S) kunjungi Sekda drg. Hardiono di ruangannya Balai Kota Depok, Rabu (15/07/2020). Turut hadir Kabag Kesejahteraan Sosial Eka Firdaus, Ketua DPC PIKI Depok Mangaranap Sinaga SE.MH Sekretaris Boy Loan , Ketua Umum PGIS dan pengurus Pdt. Babelazi Zega MTh, Pdt Romy Palit ,Pdt Linda Purba , Ir.Jarmud as Tahun beserta jajarannya.

Dalam Audensinya PIKI dan PGIS menyampaikan usulan dan rekomendasi terkait Raperda Depok Kota Religius. Mangaranap Sinaga Selaku Ketua DPC PIKI Depok menyampaikan, “Raperda ini belum menjadi kebutuhan Rakyat Kota Depok, bila tujuannya untuk kesejahteraan rakyat kota Depok, maka baiklah dibuat suatu Raperda yang holistic atau menyeluruh yang dapat melingkupi visi kota Depok: Unggul, Nyaman dan Religius, tanpa dipisah- pisah,” Ujar Mangaranap.

“PIKI berpendapat Dalam Pembentukan sebuah Perda ( Peraturan Daerah) hendaknya juga mempertimbangkan peraturan perundang-undangan hendaknya memperhatikan UU No. 12 Tahun 2011 pasal 5, tentang dalam membentuk Peraturan Perundang-Undangan harus dilakukan berdasarkan pada asas pembentukan peraturan perundang-undangan yang baik yang meliputi: kejelasan Tujuan, Kelembagaan atau pejabat pembentuk yang tepat, Kesesuaian antara jenis, hierarki, dan materi muatan, dapat dilaksanakan, kedayagunaan dan kehasilgunaan, kejelasan rumusan dan keterbukaan,” lanjut Mangaranap.

“Oleh karena pertimbangan tersebut kita berharap, pemerintah kota Depok dan seluruh pihak terkait agar dapat menunda ataupun mengkaji ulang pembentukan perda Depok Kota Religius.
Tetapi ada baiknya mengarah pada Perda kesejahteraan Depok. Kita juga berharap agar tidak ada pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengambil kesempatan terkait hal ini.”

Sekretaris Daerah Kota Depok drg. Hardiono menyampaikan bahwa inilah yang diharapkan dari semua unsur agama bukan hanya mengarah pada satu agam, supaya kota Depok yang heterogen ini bisa hidup berdampingan aman tentram sehingga kita bisa membangun kota Depok dengan memiliki daya saing dan menjadi percontohan.

” Meski kita hidup ditengah masyarakat yang cukup padat yang berjumlah sekitar 2,4 juta bukan perkara mudah dan hal luar biasa kalau kita bisa rukun, damai, gotong royong dan tentram, nyaman dan religius ini menjadi prestasi buat kota Depok,” tuturnya.

” Aspirasi ini bermanfaat buat kita semua dan juga prosesnya dan membuat naskah akademisnya, akan ada banyak lagi masukan dari pakar pakar teologi itu akan kita undang, kemudian masuk pada pembahasan Raperdanya dengan pasal-pasalnya di tahun 2021.Terimakasih masukan dan harapannya kita tampung kita akomodir agar dapat menciptakan sesuatu yg bermanfaat bagi semua umat manusia khususnya yang ada di kota Depok,”jelasya.

Kabag Kesejahteraan Sosial Eka Firdaus turut menyampaikan,” Masukan-masukan ini bisa kita bicarakan dan cari jalan terbaik seperti apa nantinya, kita melihat bahwa visi misi kota Depok adalah Unggul, Nyaman, Religius dan yang disampaikan tadi harapannya jangan hanya religius saja yang dibahas tetapi sepaket yakni unggul nyaman religius,” ungkapnya.

Babelazi Zega Selaku Ketua Umum PGI-S dalam paparannya juga mengatakan,” pada prinsipnya PGI-S dan PIKI selalu mendukung setiap kebijakan-kebijakan Pemerintah yang membawa manfaat bagi semua umat, terima kasih kepada pak Sekda yang menyambut kedatangan kami dengan hangat,semoga pak sekda menjalankan tugas tetap semangat dan selalu disertai Tuhan Yang Maha Kuasa,”tutupnya. (Anto)