Kades Kasokandel Minta PT. JEP Segera Bayarkan Uang Pembebasan Lahan Milik Warganya

Spread the love

Majalengka, nuansarealitanews.com,-Kepala Desa Kasokandel Asep Kusmaya mempertanyakan kejelasan soal pembayaran lahan warganya yang terkena pembebasan lahan proyek pembangunan pabrik Benang PT. JOPIN EKO PYBER yang berada di blok Banteng Paeh, Desa Kasokandel, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat

Kades Asep mengatakan terkait pembebasan lahan ini dinilai sangat merusak imejnya sebagai Kepala Desa Kasokandel, dimana pemilik lahan berpikir bahwasanya saya ada main kongkalingkong sama Pak Anton selaku Direktur Utama PT.JEP dikiranya sudah menerima uang darinya sedangkan pengerjaan urugan saja belum dibayar perusahaan, jelas saya membantah dan menuding tuduhan miring tersebut,”tegasnya ketika ditemui awak media NR di lokasi proyek, Rabu (1/7/20).

Lanjut Asep,”saya sangat kecewa pihak perusahaan hanya menjajikan untuk melunasi kekurangan pembebasan lahan warganya dan ini sudah berlangsung satu tahun. Selama ini saya hanya menutupi masalah pembebasan lahan kepada masyarakat sebab saya berpikir untuk kedepan dengan dibangunnya pabrik tersebut nantinya bisa menyerap tenaga kerja warganya.

“Saya sudah memberhentikan sebentar proses kegiatan di proyek tersebut untuk alasan supaya pak Anton bisa menghubunginya via seluler dengan baik-baik serta minta kejelasan soal pembayaran kapan mau dibayarkan namun hal itu tidak digubris oleh pihak perusahaan seolah-olah mempermainkan. Saya berharap pihak perusahaan untuk segera melunasi sisa uang pembebasan lahan warganya,” Kades Asep.

Perwakilan warga pemilik lahan Sutardi pihaknya meminta perusahaan untuk segera melunasi uang kekurangan pembebasan lahan miliknya,mau di lokasi proyek boleh, mau di rumah kepala desa, maupun di kecamatan juga boleh. Saya meminta bawa uangnya cash dan pihak perusahaan kalau bisa jangan meminta rekening dikarenakan saya takut nantinya pembayaran itu dicicil. Untuk yang belum dibayarkan diantaranya lahan milik Sdr Amin Kesih, Jureni, Sutarya dan lahan milik saya,” terangnya.

(Fahmi)

Related posts