Views : 1015

Kunjungan DPC AWPI Kabupaten Bekasi Ke Pondok Pesantren Fathimiyah

Spread the love

KAB. BEKASI | NUANSAREALITANEWS.COM,-Kunjungan DPC Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia ( AWPI ) Kabupaten Bekasi ke Pondok Pesantren Fathimiyah disambut langsung oleh pemilik pesantren yang berlokasi di jalan.Setiawarga 1 No.12, RT.002/RW.002, Jatiranggon, Kecamatan. Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat.

DR.KH.Mulyadi Efendi M.A menyampaikan ke tim AWPI bahwa dirinya selain sebagai pendiri pesantren Fathimiyah dirinya juga dipercaya sebagai ketua di Forum Komunikasi Pondok Pesantren ( FKPP ) se-kota Bekasi, dan di forum tersebut dirinya sudah yang ke 4 dari pemimpin sebelumnya dengan masa jabatan 4 tahun, bicara mengenai pesantren Fathimiyah awal berdiri pada tahun 2000 dan hanya masih mempunyai luas tanah 1000 meter kemudian berkembang hingga saat ini menjadi 7000 meter luas tanah beserta bangunannya, jumlah santri saat ini sudah ada 180 orang yang berasal dari berbagai daerah maupun yang ada di sekitar Bekasi, yang kebetulan saat ini sepi karena santri belum kembali normal kegiatan belajar mengajar sesuai protokol kesehatan dimasa pandemik covid, pungkasnya.

” Bagi orang tua yang mampu ingin mendaftarkan anaknya ke pesantren ini hanya membayar 5 juta includ semuanya, dengan materi pembelajaran seperti pengajian kitab kuning, ( madrasah diniyah (MD, madin), sekolah formal MTs (Madrasah Tsanawiyah) dan sekolah formal MA (Madrasah Aliyah), program intensif bahasa Arab modern danTahfidz Al-Quran (menghafal Al-Quran). dan ada akademi formal bahasa Inggris.

Komitmen mendirikan pesantren ini untuk semua anak berhak mendapatkan pendidikan mau dari orang yang mampu maupun tidak, makanya di pesantren Fathimiyah tidak ada tulisan khusus yatim piatu jadi siapa saja bisa bergabung, bertujuan agar tidak menimbulkan perbedaan antar sesama”, urai, DR.KH.Mulyadi Efendi M.A.

Bicara untuk menutupi kebutuhan operasional di pesantren Fathimiyah, pesantren ini mempunyai tentang kemandirian pangan dengan cara melakukan pemberdayaan lahan yang ada, seperti berkebun, berternak ayam kampung, Budidaya lalat tentara hitam atau black soldier fly (BSF) yang menghasilkan Maggot, mengelola bawang siap saji dan yang sedang digalakkan di pesantren ini penjualan Madu dari sumatra, tuturnya.

“Alhamdulillah, kebutuhan sehari-hari pesantren Fathimiyah dari hasil pemberdayaan tersebut, jadi meskipun santri yang dianggap mampu tetapi menunggak dalam pembayaran iuran pihak pesantren tidak mengejar-ngejar santri tersebut karena pesantren sudah mempunyai usaha yang bertujuaan menutupi semua biaya operasional ditambah lagi pesantren Fathimiyah sudah berdiri koperasi Pesantren, ini dilakukan sekedar untuk ibadah semata”, tegas, DR.KH.Mulyadi Efendi M.A.

Kendala saat ini untuk mengembangkan pemberdayaan hanya kekurangan SDM karena kalau kita fokuskan santri di usaha ini dikawatirkan mengganggu giat belajar mengajar karena kegiatan ini selingan untuk mereka saja agar dapat belajar menciptakan usaha nantinya, jadi kalau ada siapapun orangnya kalau niat ingin bergabung di pesantren Fathimiyah dalam mengembangkan pemberdayaan di persilahkan tapi tujuan utama pastinya ibadah karena ini tempat menuntut ilmu agama, nantinya selain mendapat penghasilan juga mendapat ilmu agama, serta harapan semoga pemerintah dapat melihat dan mendukung pesantren-pesantren yang mandiri, yang pastinya menjaga marwah dari pesantren itu sendiri, Paparnya.

Di lokasi yang sama Ketua Pemberdayaan DPC AWPI Kabupaten Bekasi, Dedeh Pudjawati, mengutarakan mengenai pemberdayaan di pondok pesantren Fathimiyah sangat bagus sekali, apalagi kalau dikerjakan dengan focus yang nantinya dapat menghasilkan uang yg sangat bermanfaat untuk anak- anak yang ada di pesantren itu sendiri, selain itu pesantren ini salah satu pesantren yang mandiri sebagai percontohan untuk pesantren yg lain, tuturnya.

Ir.Dahyuyu Yuliati selaku ketua bidang ekonomi, koprasi dan investasi DPC AWPI Kabupaten Bekasi dan juga Ketua Perempuan wirausaha Indonesia ( Perwira ) kota Bekasi menambahkan, keterbatasan financial tidak menjadi halangan di pondok pesantren alfathimiyah ini, untuk membenahi manajemen dan melakukan kegiatan-kegiatan pondok pesantren sudah mampu mandiri karena sudah mempunyai usaha sendiri, tinggal butuh pengembangan modal usaha dan tenaga serta perlunya dukungan dari pemerintah, tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.