Muhammadiyah Mundur Dari Program Organisasi Penggerak Kemendikbud

Spread the love

Jakarta, Nuansarealitanews.com, – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menegaskan mundur dari keikutsertaan Program Organisasi Penggerak (POP) yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kasiyarno. di kantor pusat Muhammadiyah Jalan Menteng Raya Nomor 62 Jakarta Pusat 22/07/2020.

Terdapat tiga hal yang membuat Muhammadiyah mundur dari POP Kemendikbud RI. Pertama berkaitan dengan pengalaman Muhammdiyah dalam menjalankan fungsi pendidikan. Saat ini organisasi tersebut memiliki 30.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

“Tidak sepatutnya diperbandingkan dengan organisasi masyarakat yang sebagian besar baru muncul beberapa tahun terakhir dan terpilih dalam Program Organisasi Penggerak Kemdikbud RI,” ujar Kasiyarno seperti dikutip dari laman resmi Muhammadiyah.or.id, Rabu (22/7).

Alasan kedua berkaitan dengan tidak transparannya proses evaluasi proposal lembaga yang mendaftar. Sejumlah forum dan lembaga yang tidak akuntabel secara organisatoris dan tidak berbadan hukum dinyatakan lolos dalam program tersebut. “Secara legalitas, staf , dan lain-lain banyak yang tidak jelas. Termasuk programnya. Apakah proses verifikasi ini transparan, bisa dipercaya?” terangnya.

Meski begitu Muhammadiyah menerangkan akan tetap membantu pemerintah dalam meningkatkan pendidikan meski tak bergabung dalam POP. Hal itu dilakukan dengan berbagai pelatihan, kompetensi kepala sekolah dan guru melalui program-program yang dilaksanakan Muhammadiyah.

(Jsy)