Pemuda Pancasila Kabupaten Tangerang Minta Polisi Segera Usut Tuntas Dugaan Kasus Penganiayaan Anak Di Bawah Umur

Spread the love

TANGERANG | NUANSAREALITANEWS.COM,-Datang ke kantor BADAN PENYULUHAN DAN PEMBELAAN HUKUM (BPPH) Ormas Pemuda Pancasila Kabupaten Tangerang yang beralamat di Citra Raya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten seorang anak laki-laki (11) yang diantar oleh tantenya HY warga Desa Caringin, Cisoka, Kabupaten Tangerang, Sabtu (11/07/20).

Disambut baik oleh WAKA 2 Bidang Eksternal BPPH Pemuda Pancasila FATUR RAHMAN, SH, Anak tersebut berinisial AG adalah korban penganiayaan dan kekerasan yang dilakukan oleh pelaku berinisial VDP yang beralamat di Perum Griya, Cisoka, Kabupaten Tangerang.

Berawal dari pelaku VDP memohon kepada tante korban untuk menjadikan AG sebagai anak asuh nya dengan janji ingin disekolahkan. Karena AG adalah anak orang tua nya yang berceraia, ayah tidak tahu dimana, demikian dengan ibu kandung nya ia diasuh ole Uak nya sedangkan Uak nya sendiri adalah orang tidak mampu.

Oleh sebab itu Uak nya memberikan AG untuk dijadikan anak asuh oleh VDP karna dianggap VDP akan menjadi orang tua asuh yang baik mulai Bulan April 2020.

Namun sangat disayangkan harapan tinggal harapan, AG diperlakukan seperti budak dengan tiada henti hentinya bekerja mulai dari pagi hari sampai malam hari dari menyapu, mengepel, mencuci baju, mencuci piring, menyiram taman malam pun masih disuruh memijat VDP uang jajan pun tidak pernah diberi oleh VDP bahkan VDP tidak berniat untuk mendaftarkan AG ke sekolah.

Tidak sampai di situ penderitaan AG, dia kerap kali mendapat siksaan oleh VDP mulai dari dipukul ditendang diinjak bahkan kemaluan AG pun disundut mengunakan rokok oleh VDP saat Uak AG berkunjung AG disekap tidak dipertemukan oleh VDP dengan berbagai alasan.

Namun seperti pepatah mengatakan sepandai pandainya menyimpan bangkai suatu saat pasti tercium juga saat Uak AG berkunjung ( menengok ) AG yang kebetulan VDP sedang tidak di rumah Ia bertemu langsung dengan AG dan melihat kondisi AG yang mengenaskan. Uak nya langsung membawa pulang AG tanpa pamit lagi ke VDP .

Atas saran warga AG langsung dibawa ke Polresta Tangerang untuk melaporkan peristiwa tersebut dengan no laporan TBL/809/K/VII/2020/Resta Tangerang. Tanggal lapor (03/07/2020).

Namun sangat di sayangkan sampai berita ini diterbitkan, pihak Kepolisian Polresta Tangerang belum melakukan tindakan.

Sehingga korban diantar oleh Uak nya mengadukan hal tersebut ke BPPH Pemuda Pancasila untuk minta perlindungan hukum.

” Kami ormas Pemuda Pancasila adalah ormas sosial yang siap untuk membantu korban AG dalam pendampingan hukum dan kami berharap pihak Kepolisian Polresta Tangerang untuk segera ambil tindakan atas kasus ini, ” tegas FATUR RAHMAN SH.

(HAMID NR)