Sempat Viral, Proyek Jalan Lapen Desa Air Sekamanak Akhirnya Diperbaiki !

Spread the love

Bengkulu Utara, NuansarealitaNews.Com,– Setelah viral di media online. Proyek jalan jenis lapisan penetrasi (Lapen) senilai Rp 1,123.Miliar di Desa Air Sekamanak, Kecamatan Pinang Raya, Kabupaten Bengkulu Utara, yang sudah banyak rusak, akhirnya diperbaiki kembali. Padahal, pekerjaan baru sekira 6 bulan selesai dan belum dilakukan FHO.
Hal itu terlihat dari para pekerja yang sedang bekerja di lapangan. Mereka membongkar kembali aspal yang rusak tersebut. Setelah itu, jalan diaspal kembali.

Ardi, selaku kontraktor pelaksana proyek jalan membenarkan, jika jalan tersebut dilakukan perbaikan setelah melewati masa pemeliharaan yang sudah ditentukan dalam kontrak kerja. Hal itu dapat dilakukan, kata Ardi, karena pihak dinas yang terkait telah mengabulkan permintaan pihak kontraktor pelaksana proyek yang sebelumnya telah meminta agar diperpanjangkan lagi waktu masa pemeliharaannya.

Seperti yang tercantum dalam plang proyek. Mulai pekerjaan pada tanggal 24 Juni 2019, dan selesai pekerjaan pada bulan Oktober 2019. Jika masa pemeliharaan dalam kontrak awalnya 6 bulan, sehingga masa pemeliharaannya tentu habisnya pada bulan April 2020. Sementara, perbaikan jalan dilakukan pada bulan Juli 2020. Artinya, ada perubahan kontrak ketika dilakukan perpanjangan waktu masa pemeliharaan.

“Kami akui, dilakukan perbaikan jalan saat ini telah melewati masa pemeliharaan yang telah ditentukan dalam kontraknya selama 6 bulan. Namun, kami telah meminta perpanjangan waktu masa pemeliharaan kepada pihak dinas yang terkait,” ungkap Ardi.
Jalan Banyak Rusak Akibat Truck Pengangkut Material yang melewati jalan ini.

Ardi juga mengatakan, soal lamanya proyek lapen tersebut diperbaiki, akibat jalan lapen yang baru saja selesai dikerjakan tersebut selalu digilas oleh truck Pengangkut Material. Selain itu, Ardi juga mengakui, meskipun sudah lama selesai dan telah dilakukan perpanjangan waktu masa pemeliharaannya. Namun, proyek jalan tersebut belum dilaksanakan FHO (Final Hand Over).

“Iya, memang benar kalau pekerjaan kami tersebut, belum dilaksanakan FHO. Soal mengapa kami belum memperbaiki jalan itu pada bulan-bulan sebelumnya, karena kami khawatir akan rusak kembali jika diperbaiki saat itu. Sebab, truck pengangkut material masih berlalu lalang di jalan tersebut,” terang Ardi.

“Yang jelas, masalah perpanjangan waktu masa pemeliharaan jalan, kami sebelumnya sudah berkoordiansi dengan pihak dinas pada saat rapat bersama. Disitulah diputuskan, bahwa perbaikan jalan yang rusak tersebut dilakukan, setelah beberapa kendaraan truck selesai mengangkut material,” Sambung Ardi.

Berdasarkan data yang dihimpun. Pembangunan jalan Lapen yang dikerjakan oleh CV. Resi Putri Kontraktor tersebut, merupakan Proyek pembangunan peningkatan jalan sentra produksi di Kawasan KTM Lagita yang sumber dananya APBN-TP tahun 2019 dari kementerian Desa dan Transmigrasi RI Satker Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bengkulu Utara.

(Haris)