Hajarullah Aswad : Kasus Positif Covid-19 Di Kepri Naik Drastis, Pemprov Gagal Terapkan Protokol Kesehatan !

Spread the love

Nuansarealitanews.com, Tanjungpinang – Cluster pelantikan Gubernur Kepri menambah kasus Covid-19 melonjak naik drastis.

Timbul pertanyaan dikalangan masyarakat, apakah dalam rangkaian mulai dari kedatangan Gubernur Kepri usai dilantik di Istana, hingga acara Tepung Tawar di Gedung Daerah, sudah benar-benar dilakukan prosedur ketat Protokol Kesehatan? Ataukah ada kelalaian yang terjadi? Akankah ada yang diabaikan dalam pelaksanaan Protokol tersebut?

Tentunya, Cluster baru pelantikan Gubernur memberikan peringatan keras kepada kita semua, jangan anggap enteng Protokol Kesehatan. Karena, sekali kita abaikan, tak ayal, ratusan bahkan ribuan orang bisa tertular dalam sehari.

Seperti yang kita ketahui bersama beberapa hari sebelumnya, marak pemberitaan di media massa, ratusan masyarakat terlihat berbondong-bondong memadati Rumah Sakit Ahmad Thabib melakukan test SWAB, guna memastikan apakah mereka terpapar Covid-19 ketika berada dan bersama dalam rangkaian kegiatan Gubernur Kepri, mulai dari Anggota DPRD, Pejabat Pemerintahan baik Kota maupun Provinsi, kalangan masyarakat dan juga rekan insan pers yang meliput kegiatan tersebut.

Menanggapi terjadi kenaikan drastis Positif Covid-19 di Kepri, Ustadz Drs. Hajarullah Aswad, M. Hum, Tokoh Agama Provinsi Kepri sangat menyayangkan hal ini bisa terjadi sehingga terjadi peningkatan secara drastis angka Positif Covid-19 di Kepri.

“Seharusnya sebagai Pemimpin ataupun Pemerintah Daerah harus benar-benar serius, tersistem, rapi dan konsisten dalam menanggulangi atau mencegah penyebaran Covid-19 di Provinsi Kepri. Demikian disampaikan Ustadz Hajarullah Aswad kepada Nuansarealitanews.com melalui sambungan whatsapp. Minggu (2/8/2020).

“Tidak hanya sebatas wacana, retorika, latah atau sekedar partisipasi Nasional. Perilaku Pemimpin sebagai Panglima sangat-sangat menentukan kemenangan dalam pertempuran melawan Covid-19 ini.” ujarnya.

Artinya, lajut Ustadz Hajarullah Aswad, Protokol Kesehatan sebagai salah satu strategi jitu wajib yang dilakukan oleh Pemimpin terlebih dahulu sebelum menekan rakyat untuk melakukan hal yang sama, tanpa keteladanan ikhtiar ini, bagaikan angin lalu tidak akan ada artinya sama sekali.

“Himbauan Pemerintah tentang penggunaan masker, menjaga jarak, tetap di rumah, hindari keramaian dan sering cuci tangan harus mampu direalisasikan pemimpin/pemerintah terlebih dahulu tanpa terkecuali, selaras antara ucapan dan perbuatan, tidak sekedar berteori.” tambahnya.

Masih kata Ustadz Hajarullah Aswad, Pemerintah harus berani menghilangkan kebiasaan seremonial yang mengundang orang banyak, sekalipun secara politis acara-acara tersebut sangat-sangat menguntungkan, namun kesehatan masyarakat atau nyawa orang seribu kali lebih urgent dan paling utama.

“Selama ini terkesan Pemerintah selalu memposisikan masyarakat sebagai biang kerok dengan terus meningkatnya kasus-kasus baru Covid-19, masyarakat selalu dijadikan objek problema.” tegasnya.

“Dilarang ke Masjid, dilarang mengadakan pengajian, penutupan sekolah belajar tatap muka, bahkan kegiatan ekonomi sebagai sumber nafkah pun harus dihentikan.” paparnya.

Namun pada kenyataannya seiring berjalannya waktu ia mengatakan, justru Pemimpin sendiri yang mengabaikan Protokol Kesehatan, sehingga kasus Covid-19 naik secara fantastis dan menempatkan Pemerintah Daerah sebagai cluster baru.

“Sebagai contoh saat ini, cluster baru di Kepri akibat efaurio yang berlebihan dalam penyambutan Gubernur Definitif, padahal kegiatan ini tidak ada nilai tambahnya kecuali bagi yang punya kepentingan terselubung.” paparnya.

Masih kata dia, anehnya kesalahan ini tidak ada satupun yang berani mengoreksi, menegur apalagi proses verbal. Dan juga sangat disayangkan tidak ada seorangpun termasuk Gubernur dan LAM yang secara satria meminta maaf.

“Justru yang muncul di media adalah pecitraan berisi himbauan supaya masyarakat jangan panik, Pemimpin kita baik-baik saja, masih bisa bekerja seperti biasa, RS rujukan selalu siap melayani bla… bla… bla…, padahal di akar rumput, blunder ini sudah mengundang krisis kepercayaan tentang gerakan ini.” jelasnya.

Kalau model inilah karakter Pemda menurut dirinya, sulit rasanya memenangkan peperangan melawan Covid-19, Kepri tetap akan menjadi Zona Merah, entah sampai kapan, mungkin akan naik kelas menjadi Zona Hitam. Allah SWT pun tidak akan menurunkan pertolongan kepada siapapun yang hanya pandai bicara, akan tetapi tidak mampu berbuat.

“Di dalam Al-Qur’an, tabiat orang-orang seperti ini sangat dibenci oleh Tuhan. Wallahu’alam.” tutupnya.

(Simon.STp)

One thought on “Hajarullah Aswad : Kasus Positif Covid-19 Di Kepri Naik Drastis, Pemprov Gagal Terapkan Protokol Kesehatan !

  • Agustus 3, 2020 pada 14:20
    Permalink

    Serahkan kepada Allah SWT manusia hanya bisa mengamati tapi kadang 2 tidak

Komentar ditutup.