Ketua Pengelola Taman Kehati Cicalengka

Spread the love

Bandung, NR-Menurut Peraturan Mentri Kehutanan Republik Indonesia Nomor :
P.11/Menhut-II/2013, Taman Kehati adalah sebuah cadangan Taman Hayati di luar kawasan “jadi jangan salah persepsi seperti Taman Bunga atau Taman Anak-anak” Imbuh Faisal Rahman ketua pengelolaan Taman Hayati.

(07/07/2020).

Digagas oleh Dinas Lingkungan Hidup dan juga sinergisitas masyarakat setempat, pemerintah turut juga menyesuaikan keinginan antara pemerintah dan juga masyarakat, setempat, karena tanpa gagasan dan juga kontribusi masyarakat semuanya tidak akan terjadi.

Dalam hal ini pemerintah sangat peduli terhadap Lingkungan Hidup, Faisal Rahman juga menambahkan:
“karena kita adalah penghuni alam, pada akhirnya satu sama lain akan dijaga, contoh pada kebutuhan dasar ketika kita menjaga pohon dan air maka ia akan memberikan kembali kehidupan seperti mineral dan oksigen!” Ujar Faisal Rahman.

Dengan adanya Taman Kehati kesediaan air dan juga oksigen sangat terjaga, jangan sampai hidup di kampung akan tetapi ironis merasakan polusi bagaikan di kota, apalagi kekurangan air itu sangat rancu.

Untuk Kehati sendiri karena konteksnya adalah alam, maka regulasi pengelolaan begitu tematis, dengan luas wilayah 10,8 Hektar dan juga masing-masing Blocknya berbeda, segala sesuatu yang menyangkut Vegetasi dan penentu tanamannya bukan pihak pengelola, akan tetapi konsultan yang men-desain taman tersebut dengan orientasi kajian Hutan Lindung.

Walaupun masih dalam 35% pembagunan Taman Kehati adalah hasil seleksi dari 16 lokasi yang ada dari seluruh Kabupaten Bandung, ternyata hasil peninjauan dan juga pertimbangan, tanah yang berada di Desa Nagrog Kampung Ciseupang, lulus verifikasi tanah bebas sengketa dan mutlak milik pemerintah.

Faisal Rahman Ketua Pengelola berharap agar pemerintah bisa menyelesaikan pembangunan hingga optimal 100% untuk Taman Kehati, juga tidak lupa ekspansi wilayahnya karena kurang efektif untuk mensuplay air dan oksigen ke Kota. Faisal menambahkan: “masyarakat harus sangat bersyukur akan adanya Taman Kehati” ungkapnya.

Banyak fungsi untuk Taman Kehati khususnya dalam penyediaan bibit, Faisal pun merekomendasikan petani setempat untuk menanam buah khas di sana seperti mangga, jeruk, salak danlainnya. Masyarakat harus bekerja keras mengelola Kehati hingga akhirnya Kehati bisa menjadi jadi Destinasti Wisata, ketika Destinasti Wisata terbangun maka ekonomi mikro akan terbangun.

(Faisal NugrahaNR)