Mengenal Dekat Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardi P SIK MH

Spread the love

Serang-NR -Kabarpolisi – Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata merupakan seorang perwira menengah Polri yang mengemban amanah sebagai Kabid Humas Polda Banten sejak November 2018. Edy mengaku tidak memiliki cita-cita menjadi seorang polisi apalagi menjabat sebagai perwira menengah di Polri.

“Nah dulu pilihan pertama angkatan darat, kedua angkatan laut dan ketiga kepolisian keempat angkatan udara. Karena dulu gabung sehingga kita tidak bisa memilih dan mendaftar di Akabri di Medan Pagdam 1 Sumatera Utara. Karena hasil test akademi lulus di akademi kepolisian,” kata Edy, Rabu (26/8/2020).

Perwira melati tiga kelahiran Padang 16 Maret 1974 tersebut mengawali karier di Polri sebagai Pamapta Polres Pinrang Polda Sulawesi Selatan pada Juni 1997 setelah menjalani pendidikan di AKABRI hingga 1996.

Dia bercerita, awal meniti karier sejak memasuki pendidikan awal menjadi Taruna AKPOL merasa berat karena dia tidak begitu tahu tentang tugas seorang anggota polisi. Edy lebih mengetahui tugas seorang tentara lantaran sejak kecil tinggal di lingkungan komplek angkatan laut mengikuti sang ayah seorang bintara angkatan laut. Dari tujuh bersaudara hanya Edy menjadi seorang anggota polisi.

“Alhamdullah karena dorongan ibu saya dan motifasinya dia mengatakan berbakti kepada bangsa dan negara itu bisa dari TNI dan Polri. Ayah da ibu menganggap itu paling tepat karena itu adalah jati diri,”katanya.

1. Lahir di Padang Sumatera Barat

Perwira melati tiga kelahiran Padang 16 Maret 1974 tersebut mengawali karier di Polri sebagai Pamapta Polres Pinrang Polda Sulawesi Selatan pada Juni 1997 setelah menjalani pendidikan di AKABRI hingga 1996.

Dia bercerita, awal meniti karier sejak memasuki pendidikan awal menjadi Taruna AKPOL merasa berat karena dia tidak begitu tahu tentang tugas seorang anggota polisi. Edy lebih mengetahui tugas seorang tentara lantaran sejak kecil tinggal di lingkungan komplek angkatan laut mengikuti sang ayah seorang bintara angkatan laut. Dari tujuh bersaudara hanya Edy menjadi seorang anggota polisi.

“Alhamdullah karena dorongan ibu saya dan motifasinya dia mengatakan berbakti kepada bangsa dan negara itu bisa dari TNI dan Polri. Ayah da ibu menganggap itu paling tepat karena itu adalah jati diri,”katanya

2. Karier di kepolisian hingga menjabat Kabid Humas Polda Banten

Setelah menjalani tugas sebagai polisi, dia sudah mengemban berbagai jabatan, mulai dari kapolsek di beberapa daerah di Polwil Bone dan Polda Jambi. Edy memiliki pengalaman dalam bidang lalu lintas terbukti beberapa kali menjabat sebagai perwira di Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas).

Dari prestasi itulah dia pernah menjabat sebagai, Kapolres Singingi Polda Riau pada tahun 2015 dengan pangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), kapolres Kampar Polda Riau pada tahun 2016 dan Wakapolres Pekan Baru Polda Riau pada tahun 2017. Kemudian mendapat promosi jabatan sebagai Kabid Humas Polda Banten pada tahun 2018.

“Tugas kepolisian berat karena harus hadir di masyarakat memberikan pengayoman dan perlindungan sekaligus menegakan hukum kepada masyarakat yang melakukan pelanggaran hukum tentu ini bukan hal mudah karena kita hidup dari masyarakat,” katanya.

3. Mendapat penghargaan Kabid Humas terbaik se Polda tipe A

Delapan bulan menjabat sebagai Kabid Humas Polda Banten, Edy Sumardi meraih penghargaan sebagai Kabid Humas Polda Tipe A terbaik dalam amplifikasi berita Polri dan edukasi aktif masyarakat dalam manajemen media bersama Irjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono yang saat itu menjabat Kabid Humas Polda Metro Jaya.

Penghargaan tersebut dalam rangka melaksanakan tugas pokok sebagai Kabid Humas dan publikasi aktif peringatan Ke-73 Hari Bhayangkara tahun 2019.

Disampaikan Edy, bertugas di bidang kehumasan di era keterbukaan dan digital saat ini memiliki tantangan yang sangat berat dalam rangka mempublikasikan kinerja dan citra Polri, khususnya Polda Banten ditengah maraknya kabar atau informasi hoaks yang kerap beredar di media sosial dan dapat menimbulkan kerawanan untuk keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Pada 2019 delapan bulan setelah menjabat kabid humas, saya langsung dapat pengharagaan. Peristiwa gempa tsumami banjir longsor dan banjir Lebak, kasus penusukan pak Wiranto dan rusuh Papua yang dapat kita kemas situasi kamtibmasnya,” katanya.

4. Sosok Perwira peduli Sosial dengan Program Polisi Peduli dan Berbagi “Jum’at Barokah”

Perwira lulusan Akabri 1996 ini tak lupus dari sorotan masyarakat tentang kepeduliannya terhadap masyarakat yang kurang mampu. Program Polisi Peduli dan Berbagi Jum’at Barokah yang didirikannya selalu iya (Edy,red) laksanakan dimanapun tempat bertugas.

“Jiwa sosial dan peduli emang saya tanamkan di diri saya, apalagi sosok alm Ayahanda selalu mengingatkan saya untuk selalu peduli dan berbagi kepada masyarakat yang kurang mampu di sekitar saya,”terang Edy

Program Jum’at Barokah yang mulai berawal dengan memberikan sendal jepit di Masjid, kini sudah ribuan masyarakat yang dibantu oleh program didirakannya dengan memberikan bantuan paket sembako keapada setiap masyarakat yang kurang mampu sampai saat ini.

“Alhamdulillah, berkat rahmad Allah SWT, hingga saat ini program tersebut tetap saya jalankan. Jangan dilihat dari hasil yang kita berikan, melainkan adanya dari rasa kepudilian Polri terhadap masyarakat kurang mampu serta adanya keberadaan Polri di tengah masyarakat,”Imbuh Edy

Hingga saat ini, masyarakat mengenal diri edy dengan menjuluki sosok Polisi Jum’at Barokah (Edy Jum’at Barokah).

(Yustaf Siki/Tim)