Polrestabes Makassar Mengamankan Oknum ASN Yang Diduga Terlibat Kasus Jambret

Spread the love

Makassar | Sulsel NR — Seorang oknum Aparatur Sipil Negeri (ASN) di salah satu dinas di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) ditangkap petugas Resmob Polsek Tamalate karena diduga melakukan penjambretan di Kota Makassar. ASN bernama RI (40) itu beraksi bersama temannya JM (23).

“Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Agus Khaerul mengatakan, kedua pelaku diamankan petugas di Kampung Sarombe, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Senin (17/8/2020) malam. Sebelumnya keduanya telah masuk daftar pencarian orang (DPO) selama hampir sebulan setelah terlibat kasus pencurian dengan kekerasan (curas) terhadap seorang perempuan.

“Setelah kami dalami kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian, kami berhasil menangkap dua pelaku. Salah satunya merupakan PNS di Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulsel bernama Ramli,” kata Agus, Kamis (20/08/2020).

“Lebih lanjut Agus mengatakan, penjambretan dilakukan dua laki-laki bertetangga itu terjadi pada Sabtu 18 Juli 2020, sekitar pukul 15.30 Wita, di Jalan Bontoduri 6, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Saat itu, korban tengah sendiri di pinggir jalan dan menenteng tas.

Saat itu situasi lalu lintas sepi. Melihat ada kesempatan, Jamal dan Ramli yang berboncengan merampas tas milik korban, lalu kabur menuju Kabupaten Gowa dengan sepeda motor Suzuki Satria Fu warna hitam. Beruntung aksi mereka terkekam CCTV.

“Tas korban perempuan bernama Lujnah yang berisi uang tunai Rp.31,7 juta, jam tangan merek Aigner, tiga buah cincin berlian, satu pasang giwang emas dan mainan kalung, berhasil dibawa kabur pelaku. Ramli ini yang eksekutor, kalau Jamal berperan sebagai joki,” kata Kasat Reskrim.

Dari hasil interogasi, lanjut Agus, para pelaku mengakui kejahatannya. Hasil curiannya itu kemudian dibagi. Jamal mendapatkan uang tunai Rp.7 juta, sementara sisanya dibawa oleh Ramli, oknum PNS Pemprov Sulsel itu.

“Berdasarkan penyidikan salah satu tersangka yakni Jamal juga pernah dua kali melakukan curas di wilayah Polsek Tamalate, masing-masing di Jalan Hartaco dan Jalan Malengkeri. Yang bersangkutan merampas handphone. Jadi spesialis lah,” ujar Agus.

Mantan Kasubdit 2 Ditreskrimum Polda Sulsel ini mengatakan, pihaknya juga telah mengamankan barang bukti sepeda motor yang digunakan, tiga unit handphone, senjata tajam jenis busur dan parang, serta pakaian yang digunakan saat menjambret.
Saat ini kedua warga Kabupaten Gowa itu harus meringkus di tahanan Mapolsek Tamalate untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Pasal yang diterapkan yakni Pasal 365 KUHP ayat 1 tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman penjara di atas 9 tahun,” katanya.

(Joko/Tim).