PT DNP Indonesia dan PT Exedy Manufacturing Indonesia (EMI) di Karawang International Industry City (KIIC) Ditutup Selama 14 hari

Spread the love

KARAWANG | NR | Bahaya Covid – 19 atau Virus Corona belum dapat dianggap sepele, ketika sudah memasuki fase New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pun, masih ada beberapa lokasi yang menjadi klaster penyebaran Virus Corona. Untuk di Karawang sendiri, selain pada lingkungan masyarakat pada umumnya, klaster baru terjadi dilingkungan perusahaan yang berada dikawasan industri.

Sehingga Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Karawang harus membuat rekomendasi penyegelan sekaligus penutupan sementara untuk dua perusahaan. Atas dasar rekomendasi Disperindag tersebut, tim Gugus Tugas Penanganan Covid – 19 bersama Muspida, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menutup sementara aktivitas produksi di PT DNP Indonesia dan PT Exedy Manufacturing Indonesia (EMI) di Karawang International Industry City (KIIC) selama 14 hari, terhitung mulai hari Rabu (26/8/2020) pekan lalu.

Kedua perusahaan tersebut terpaksa harus dihentikan sementara aktivitas produksinya, karena sejumlah karyawannya terkonfirmasi positif COVID-19. Untuk PT DNP terdapat 34 karyawan yang terpapar virus corona. Sementara untuk PT Exedy terdapat 15 karyawan.

Pemerhati politik dan pemerintahan, Andri Kurniawan menganggap langkah Disperindag Karawang sudah sangat tepat.

Dikatakannya. “Apa yang dilakukan oleh Disperindag Karawang bersama tim Gugus Tugas dan unsur Muspida sudah sangat benar. Karena langkah tersebut merupakan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan serta penanggulangan Covid – 19.”,

Andri juga mengantisipasi. “Tapi pertanyaannya, apa kah waktu 14 hari untuk isolasi seluruh karyawan dapat menjamin sterilisasi lingkungan kedua perusahaan tersebut dari Virus Corona? Tentu hal ini harus menjadi kehati – hatian yang ekstra.”,

“Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang harus benar – benar tegas! Setidaknya perintahkan kedua perusahaan tersebut untuk melakukan Rapid Test massal secara mandiri untuk seluruh karyawannya, sebelum dipekerjakan kembali.”, Pinta dia.

“Dan sebagai bentuk antisipasi, Pemkab Karawang juga perlu menegaskan kepada seluruh perusahaan, baik yang berada dikawasan industri mau pun dizona, agar segera melakukan Rapid Test massal secara mandiri. Jangan menunggu terjadi seperti di PT EMI dan PT DNP.”, Tandasnya.

“Karena kalau harus menunggu terjadi dulu, selain perusahaan akan mengalami kerugian, karena harus stop produksi. Bahaya Virus Corona juga tidak dapat dianggap sepele, dari klaster diperusahaan, bisa menciptakan klaster baru dilingkungan lain.”, Pungkasnya.

(Nung)