Sungguh Malang Nasib Jimat dan Ales Warga Desa Titi Akar

Spread the love

Nuansarealitanews.com-Rupat Utara
Kejadian yang menimpa 2 orang warga desa Titi Akar kec.Rupat Utara Kabupaten Bengkalis, Sabtu, 22 Agustus 2020 sekitar pukul 09.00Wib Jimat dan Ales beserta teman2 yang lain hendak pulang dari Sungai Nur membawa kayu bakau menggunakan sampan kedusun Hutan Samak untuk dibuat menjadi arang. namun saat itu terjadi gelombang arus yang sangat kencang sehingga mengakibatkan sampan yang membawa Jimat dan Ales hanyut terbawa arus gelombang, sedangkan teman2 mereka seprofesi berhasil menyelamatkan diri.

Beberapa hari Team terus mencoba melakukan pencarian terhadap korban yang melibatkan perangkat Desa Titi Akar, BNPB, POl Air serta Danlanal. Namun hanya jasad Jimat yang ditemukan dalam keadaan meninggal, sedangkan rekan Almarhum yang bernama Ales belum juga ditemukan.

Istri Ales yang ditemui dikediamannya tanpak menangis, kepada awak media mengatakan “suami saya belum juga ditemukan, bagaimana lah nasib empat anak2 saya ini” sembari menggendong anak sambil menangis meratap nasib anak2nya. Ia juga menambahkan “untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga kami meskipun pekerjaan itu sangat membahayakan namun suami saya (Ales) tetap melakukannya dalam menafkahi saya dan anak saya pak” imbuhnya kepada awak media.

Ditempat terpisah istri almarhum Jimat “memohon kepada pak Zainal salah satu tangan kanan toke arang Atian menanggung biaya pemakaman almarhum suaminya mulai dari kenduri ketujuh hari sampai empat pulah hari dan setahun. Sesuai tradisi adat dalam suku akit hatas desa titi akar” ungkapnya
masayarakat beserta teman seprofesi korban dalam pencarian hari ke 5 saat ditemui menuturkan “kami akan terus lakukan pencarian Ales hingga 7 hari pak” jelasnya. Saat ditanya sudah berapa lama melakukan pekerjaan itu mengatakan “sudah lama kami mencari bakau untuk dibakar dan dijadikan arang pak, setelah itu kami jual kepada toke Atian” ungkapnya. toke arang bernama Atian yang juga warga desa Titi Akar saat diwawancari awak media dikediamannya membenarkan hal tersebut dan berjanji akan membantu dan memberikan santunan kepada pihak keluarga korban” jelasnya. Soekarto, kades Titi Akar saat ditemui dikantor desa dan ditanya awak media terkait warga nya yang mengalami musibah tersebut mengatakan “saya beserta team sudah berusaha dalam pencarian korban namun Ales belum juga bisa kami temukan”

Terrkait mengenai izin usaha pembutan arang yang membutuhkan bahan baku dari pohon bakau menuturkan “saya telah melarang usaha tersebut dan bahkan dahulu saya juga telah membuat kesepakatan tertulis untuk menghentikan usaha arang, namun warga tetap juga masih menjalankannya pak ” tambahnya. Ia juga (soekarto) kades Titi akar berharap kedapannya musibah yang menimpa Jimat dan Ales akan menjadi bahan evaluasi agar kedepannya warganya tidak ada menjadi korban lagi.
Istri korban Ales dan Jimat berharap toke atau pun pengepul arang Atian tersebut dapat membantu mereka, mengingat saat ini mereka menjadi tulang punggung untuk menafkahi anak2 nya.

GuL – Team