Surat Dakwah Terbuka Hajarullah Aswad Tuk Ansar Seorang Sahabat

Spread the love

Hal: Surat Dakwah Terbuka

Kepada: Yth. Sahabatku Bpk. Ansar Ahmad.

Assalaamu’alaikum.
Semoga Sahabat sekeluarga selalu dalam hidayah, rahmat dan inayah dari Allah Swt. Aamiin….

Sahabatku…
Mohon izin dan maaf sebesar2nya, sebagai seorang sahabat dalam rangka “wa tawa shoubil haqqi wa tawa shoubis shobri” (QS. Al-‘Ashr: 3) perlu mengingatkan, seandainya pencalonan Sahabat sebagai Gubernur Kepulauan Riau dalam Pilkada mendatang masih dapat ditinjau ulang saya mohon dengan sangat lebih baik tidak dilanjutkan prosesnya, karena timingnya masih belum ideal dan terkesan terlampau memaksakan diri. Bukankah Sahabat juga sebelumnya sudah berkali2 bicara di publik tidak akan ikut Pilgub mau fokus sebagai anggota dewan? Ditambah lagi Sahabat bersanding dengan wakil yang seakan-akan keluar dari lampu aladin (instant), mendadak muncul menjadi sebagai public figur, tidak pernah terdengar prestasinya dan tidak juga memiliki track record jabatan politik yg dirintis dari bawah. TST-lah bahwa syarat utama dari seorang pemimpin itu adalah keahlian yang diperoleh melalui sebuah proses seleksi secara sunatullah. Oleh sebab itu, jangan mentang2 berkuasa kemudian keahlian dinihilkan. Suatu amanah diserahkan kepada yang bukan ahlinya akan mengundang kiamat kecil yakni balak dan bencana. Sekiranya musibah benar2 terjadi asbab kezholiman ini, apakah Sahabat sanggup bertanggung jawab di hadapan Allah pada hari kiamat kelak?
Kemudian sangatlah tidak bijak dan tidak adil kalau semua jabatan politik tertinggi di daerah ini berputar dalam lingkungan keluarga sendiri, hanya akan memantik emosi umat dan teman seiring juga lebih banyak mendatangkan kemudhoratan di kemudian hari, contoh kasus sudah begitu banyak. Ikhlaskanlah kesempatan itu kepada seseorang yang memang lebih ahli, sudah teruji dan kehendak aspirasi masyarakat. Yakinlah keikhlasan ini pada gilirannya akan memberikan kesempatan yang sama di kemudian hari.

Sahabatku….
Kekuasaan itu hak prerogatif dan otoritas absolut dari “Al-Malik”, itulah iman dari seorang muslim (QS. ‘Ali Imron: 26). Diciptakan dengan karakter sangat seksi dan mempesona, naluri mayoritas anak Adam condong kepadanya. Oleh sebab itu, jangan sampai terlena dengan kalkulasi politik, bisikan angin surga dari para penggembira apalagi berangkat dari sikap mentang2. Kekuasaan itu ketika masih meneteskan gula akan banyak semut datang mengerumun, namun ketika berbalik menjadi petaka teman setiapun berbalik menjadi musuh nomor satu. Berhati2lah sahabatku dengan memperbanyak zikrullah…. tanpa pertolongan Allah kita pasti kalah. Jauh2 hari Rasul yang mulia sudah mengingatkan sahabatnya yang buta Umi Maktum ra; “Di akhir masa nanti kekuasaan itu lebih banyak mendatangkan kehinaan”, sebuah mutiara hikmah yang masih up to date hingga kini.

Sahabatku…
Sebelumnya Sahabat sudah meminta kepada Allah jabatan politik untuk orang-orang tercinta, al-hamdulillah sudah Allah berikan. Selanjutnya Sahabatpun berjuang, berikhtiar dan berdo’a utk jabatan yang sama sebagai anggota DPR RI, al-hamdulillaah sudah Allah Swt. kabulkan juga. Lanjutkanlah tugas mulia itu hingga tuntas sebagai rasa syukur atas nikmat dari-Nya, “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan”. Lebih jauh lagi, hal itu adalah sebuah janji kepada masyarakat yang telah memilih, wajib hukumnya untuk ditunaikan. Dan lebih mengkhawatirkan lagi, seandainya PAW Sahabat di pusat nantinya oleh sosok yang tidak memiliki relavansi dengan suara masyarakat melayu yang bersandikan Kitabullah. Sekalipun pada kenyataan putra mahkota belum ikut terpilih, pada hakekatnya hal itu wujud kasih sayang Allah Swt. kepada Sahabat dan keluarga sekaligus sebuah sarkasme dari langit supaya dapat bersikap zuhud dan Qona’ah.

Sahabatku…
Tahta salah satu jebakan syetan yang sangat dahsyat, sejarah mencatat tidak banyak penguasa yang dapat selamat dari jebakan syetan tersebut, apalagi para ahli keluarga turut bermain. Selama ini Sahabat dibangga2kan sebagai pemimpin yang soleh, ahli ibadah dan cinta masjid, manfaatkanlah keunggulan spritual itu sebagai perisai agar tidak tergelincir, jangan justru hanya dijadikan sebagai simbol pemikat.

Sahabatku….
Tiada maksud untuk mengajar itik berenang; demokrasi secara teori, secara ilmu dan aplikasi adalah mutlak suara rakyat yang merupakan personifikasi sebagai suara Tuhan. Parpol hanyalah media dan anggota dewan tak lebih hanyalah sebagai pesuruh tok. So, pemimpin produk aspirasi rakyat harus dibentangkan karpet merah, dilapangkan dan dimudahkan, bukan justru dihambat atau digagalkan dengan segala manuver dan persyaratan transaksi. Rasulullah Saw. bersabda; “barang siapa mempersulit urusan saudaranya tidak akan pernah mencium bau surga, apalagi mempersulit urusan rakyat banyak, na’uzubillaah wa na’uzubillaahi minzaalik.

Sahabatku…
Demikianlah surat dakwah ini saya sampaikan dgn penuh keikhlasan sebagai bukti persahabatan yang semata2 berorientasi cinta kepada Sang Khaliq dari seorang saudara seiman. Masih ada waktu untuk tabayun dan evaluasi, pepatah mengatakan “tersesat di ujung kembalilah ke pangkal”. Mohon maaf sebesar2nya atas segala kekhilafan, semoga persahabatan kita berkekalan hingga akherat sebagaimana persaudaraan antara Rasulullah Saw. dengan Abu Bakar Ash-Shidiq, di akherat nanti atas izin-Nya kita dapat saling memberi syafaat. Aamiin…..

Tanjungpinang; Agustus 2020;
Wassalam Sahabatmu;

Hajarullah Aswad