TERKAIT OTUS JILIT I DAN II (KUARJ) PAPUA BARAT MINTA PRESIDEN BENTUK TIM EVALUASI

Spread the love

Sorong, NR- Kordinator Umum Aliansi Relawan Jokowi Provinsi Papua Barat meminta Presiden Republik Indonesia untuk membentuk Tim Eavaluasi Otusus jilit I dan rencana otsus Jilit II. karena penanganan dana Otusus kita harus hati-hati sebab RUU Otsus pernah disampaikan Gubernur Papua Lukas Enembe, S.Ip pada saat Presiden SBY dan dimasukan ke Prolegnas DPR RI tetapi belum mendapatkan persetujuan.

Tahun 2020 kembali didorong RUU Otsus Papua dimasukan dalam prolegnas tetapi dampak Covid 19 membuat akhirnya pembahasan pun termolor. Padahal dilihat Otsus akan berakhir pada pertengahan 2021, kondisi ini segara pemerintah pusat cari solusi. Tegas kocu

Hal itu disampaikan Vinsen Kocu Kordinator Umum Aliansi Relawan Jokowi Provinsi Papua via watsapp kepada NR kamis, (20/8/20). Menurutnya saya sering mendengar dan membaca usulan dari internal pejabat di kabupaten atau kota di papua terkait kembalikan lagi pelaksanaan UU No 21 tahun 2001 bagi masyarakat asli papua apakah ini mau dilanjudkan atau tidak.

Betul saat kembali keberlanjutan otsus itu pada masyarakat papua katakan melalui jejak dengar pendapat yang melibatkan masyarakat Papua,ataukah ini hanya untuk masyarakat Papua yang sudah lama tinggal di tanah Papua saja. Jikadilakukan jejak dengar pendapat masyarakat betul-betul bebas memilih, berpendapat dari unsure politis baik internal papua sendiri maupun pihak Asing yang berkepentingan juga atau paksaan dari pihak yang memang dari awal menginginkan untuk tidak melanjutkan otsus jilid II

“tambahan Kocu, detik ini semua elemen Walikota, Bupati, dan DPRD harus duduk bersama perwakilan masyarakat adat, agama dan perguruan tinggi untuk melakukan evaluasi secara total terkait pelaksaan UU No. 21 tahun 2001 tantang otsus bagi masyarakat Papua jilit I”. kata Vinsen

Hasil evaluasi otsus jilit I bawa ke tinkat provinsi untuk membahas bersama Gubernur, DPRP, MRP serta perwakilan masyarakat Adat, Agama serta Perguruan tinggi kemudia hasilnya akan dilaporkan ke Presiden sehingga Presiden Membentuk Tim Evaluasi Otsus jilit I dan rencana Otsus jilit II dengan melibatkan Pemda, DPRP, MRP, LMA untuk menindak lanjut hasil evalusasi dari tingkat kabupaten/kota
“Timi Evaluasi harus jelas tugas dan fungsi, wewenang, dan tanggungjawabnya, serta biaya yang diambil dari APBN atau APBD lalu kapan berakhirnya. Hasil evaluasi dilakukan secara menyeluruh dan lokasi evaluasi harus sampai pada tingkat kampung”. tutup Kocu.

(Benidiktus)

One thought on “TERKAIT OTUS JILIT I DAN II (KUARJ) PAPUA BARAT MINTA PRESIDEN BENTUK TIM EVALUASI

  • Agustus 22, 2020 pada 10:25
    Permalink

    Rayat hanya mendenggar apa buktinya oap tipu oap

Komentar ditutup.