KELUARGA BESAR AKADEMI KOMUNITAS NEGERI NIAS UTARA MENGGELAR AKSI

Spread the love

NIAS UTARA | NR | Sejumlah massa yang terhimpun dalam keluarga besar Akademi Komunitas Negeri Nias Utara menggelar aksi di halaman Kantor Bupati Nias Utara (Senin,30/08/2020).

Massa aksi berkumpul di Tribun Nias Utara mulai pada pukul 7.00 Wib s/d 7.30 Wib, dan dilanjutkan dengan bersama-sama menuju halaman Kantor Bupati Nias Utara yang berlangsung pada pukul 8.00 Wib sampai selesai. Kegiatan diisi dengan kesepakatan bersama antara ketiga komting dan Ka. Prodi (Program Studi) di lingkungan Akademi Komunitas Nias Utara (AKNIRA) selaku koordinator lapangan. Adapun beberapa kegiatan antara lain diawali dengan pembukaan, aksi, monolog, orasi, musikalisasi puisi dan diakhiri dengan pembacaan pernyataan sikap Aliansi AKNIRA oleh perwakilan mahasiswa (Orator) yang didampingi oleh dosen dan alumnus di lingkungan Akademi Komunitas Negeri Nias Utara sekaligus penandatanganan berita acara kesepakatan oleh Pemda Nias Utara.

Pembukaan dibawakan oleh Fazawao Zega mewakili dosen dengan mengajak seluruh massa aksi untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama, selanjutnya diisi dengan kegiatan aksi dan orasi yang masing-masing diwakili dari berbagai pihak mahasiswa, alumnus, dosen dan pegawai. Sembari di sela-sela orasi akan dikumandangkan musikalisasi puisi dan lagu wajib Indonesia Raya.

Aksi yang dilakukan ini berupa pernyataan sikap tegas Akademi Komunitas Negeri Nias Utara terhadap segala kemelut dan ketidakpastian kejelasan status keberlanjutan Akademi Komunitas Negeri Nias Utara yang dapat mengancam kerugian dari berbagai pihak masyarakat Nias Utara pada khususnya dan masyarakat Nias pada umumnya. Melalui aksi ini juga sekaligus dipertanyakan misi Pemerintah Nias Utara tentang peningkatan kualitas pendidikan, namun kenyataannya Akademi Komunitas Negeri Nias Utara terabaikan dan selalu diberi harapan palsu oleh Pemda Nias Utara hingga masa pemerintahan “IKHLAS” yang akan segera berakhir. Juga sekaligus lewat aksi ini membuka secara gamblang dan jelas serta menuntut dengan tegas sikap Bupati dalam mengambil keputusan untuk mempertahankan dan menyelamatkan aset pendidikan Nias Utara tanpa memberi dan menunggu harapan tidak nyata.

Keluarga Besar Akademi Komunitas Negeri Nias Utara menyatakan sikap:
1. Harus ada kejelasan status AKNIRA peralihan ke PSDKU;
2. Menuntut kejelasan mahasiswa untuk segera diwisuda dan memperjelas status mahasiswa angkatan 2019-2020 termasuk status alumnus;
3. Segera realisasikan dan penuhi janji Bupati Nias Utara tentang beasiswa mahasiswa yang memiliki IPK diatas 3,00 dan SPP gratis bagi seluruh mahasiswa/i yang aktif;
4. Mendesak agar alumnus terbaik Diploma Aknira TA. 2018/2019 segera menerima beasiswa alih jenjang seperti tahun-tahun sebelumnya;
5. Terbitkan SK dosen dan kepegawaian Tahun 2020;
6. Percepat pencairan dana operasional Aknira TA. 2020 agar aktivitas akademika dapat berlangsung sebagaimana mestinya;
7. Bayarkan honor dosen dan kepegawaian sejak Januari 2020 hingga saat ini;
8. Apabila tuntutan tidak diindahkan hingga tanggal 02 September 2020, maka seluruh dosen dan kepegawaian akan melakukan aksi mogok dan berhenti melakukan kegiatan PBM di kampus Akademi Komunitas Negeri Nias Utara dan akan melakukan aksi kembali dengan massa yang lebih besar.

Saat dikonfirmasi media nuansarealitanews.com via whatsapp salah seorang dosen AKNIRA bernama Beyolivu Gulo menyampaikan tuntutannya kepada Bupati sebagai Pimpinan Daerah Nias Utara dimana kampus AKNIRA adalah sebagai milik Nias Utara dan sebagai penanggungjawabnya adalah Bupati. “Kita memperjuangkan nasib mahasiswa Aknira, karena kejelasannya tidak ada dari Pemda Nias Utara, kita tuntut Bupati karena dia adalah pimpinan daerah Nias Utara di mana kampus Aknira adalah milik Pemda Nias Utara, dalam hal ini penanggung jawab Bupati bukan Sekda, wabup, asisten dan lainnya.” tulisnya via whatsapp.

Ia menerangkan bahwa pernyataan sikap yang telah disampaikan belum ada titik terang dan kesepakatan antara Pihak Aknira dengan Pemda Nias Utara. “Tidak ada kesepakatan, akan kembali menagih pernyataan sikap mahasiswa.” tambahnya.

Hingga pada saat berita ini dirilis media nuansarealitanews.com masih berupaya mencari tahu tanggapan pihak Pemda Nias Utara atas pernyataan sikap keluarga besar AKNIRA melalui aksinya hari ini. (EH)