oleh

Ketua LMP Cimahi Dieky Surachman: “Saat Audiensi Pernyataan Ketua DPRD Kota Cimahi Terkesan Ngaco Dan Asal”

Spread the love

Cimahi, NR-Sebagai bentuk rasa kekecewaan terhadap penanganan virus corona (Covid-19) di Kota Cimahi, Laskar Merah Putih (LMP) Kota Cimahi kembali mengingatkam para Wakil Rakyatnya agar lebih meningkatkan pengawasannya terhadap penanganan yang dilakukan para Eksekutif Kota Cimahi, tidak hanya mengandalkan pertemuan-pertemuan dan laporan berupa angka saja dengan pihak eksekutif.

Sebab, menurut Ketua LMP Kota Cimahi, Dieky Surachman, pengawasan yang dilakukan anggota dewan terhadap kinerja Pemkot terkait penanganan Covid-19 dinilai masih kurang.

“Terlihat tadi pada saat audiensi, pernyataan yang dikemukakan oleh Ketua DPRD Kota Cimahi terkesan ngaco dan asal, karena mungkin konsumsi data para dewan tentang penanganan Covid 19 yang diberikan oleh eksekutif kepada legislatif sama-sama ngaco. Padahal sebagai legislatif, para anggota dewan harusnya mempunyai andil dalam penanganan Covid-19, melalui pengawasan sehingga anggaran yang sudah dipergunakan memberikan manfaat, kenyamanan dan ketenangan untuk masyarakat Kota Cimahi, bukan memberikan status merah lagi.” Ketus Dieky.
Usai di temui sore tadi di Sekretariat Markas Cabang LMP Kota Cimahi. Selasa (22/09/20).

Terkait anggaran dan bantuan baik itu bantuan dari pemerintah maupun bantuan dari pihak yang lain, Dieky berpendapat penggunaannya dan penyalurannya sejauh ini tidak jelas. Karena katanya, baik Legislatif maupun Eksekutifnya tidak pernah membuat hal tersebut transparan.

“Selama ini masyarakat kan tidak pernah tahu, anggaran dibelanjakan untuk apa saja dan berapa besar. Mestinyakan ada keterbukaan, yang terbuka ada, yaitu bapak Walikota Cimahi yang melakukan berbagai acara dengan tidak menggunakan masker ” tegasnya.

Akhirnya masyarakat hanya bisa menebak-nebak, dengan mencari informasi yang hanya bisa didapat sebatas dari pemberitaan dan internet.
Lebih lanjut, Legislatif dan Eksekutif itu sejajar, harapannya agar legislatif bisa lebih menunjukkan taringnya terhadap pengawasan penanganan yang dilakukan Eksekutif.

Di waktu yang sama, Hal tentang ketidak konsistenan Pemerintah Kota Cimahi terhadap penanganan orang yang terkonfirmasi positif pun dibahas oleh Wakil Ketua Bidang Kesehatan Masyarakat dan Gerakan Anti Narkoba LMP Kota Cimahi, Arry Purwanto,

“Bahwa ada orang yang terkonfirmasi positif, dibiarkan, jangankan dibekali obat atau suplement, minimal diberitahu apa yang harus dibeli atau di siapkan tidak ada, hanya pemberitahuan via telpon bahwa yang bersangkutan positif dan harus menjalani isolasi mandiri, selanjutnya tracking dan penyemprotan masive tidak langsung dilakukan, hal ini tentu saja sudah tidak sesuai dengan protokol Covid 19 terkait pandemi. Dan juga di saat kondisi genting seperti ini baiknya Pemerintah Kota Cimahi bisa lebih matang dan cermat dalam melakukan input data terkait yang terpapar, jangan sampai sesudah di umumkan kemudian diralat, dengan alasan salah input data hal ini akan sangat berdampak untuk masyarakat yang wilayahnya terlaporkan ada penambahan”, pungkasnya.

(Dewa)

News Feed