oleh

Perjuangkan Hak-Hak Jurnalis Yang Dilindungi UU Pers No. 40 Tahun 1999, Kades Mekarmulya Resmi Dilaporkan Ke Polisi Oleh Empat Wartawan

Majalengka, NR- Senin (21/09/2020), Oknum Kepala Desa Mekarmulya Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat, Resmi dilaporkan ke Polres Majalengka, atas dugaan penghinan yang dilakukan oleh oknum Kepala Desa Mekarmulya” Oom Tarkam”. terhadap 4 wartawan, yang bernama Hendarto Kabiro Majalengka Media Putra Bhayangkara, D Krisna aktif di SKU Buser Indonesia, Irman Casiman dan Wawan aktif di SKM Buser saat mendatangi kantor desa Mekarmulya untuk melakukan konfirmasi terkait dugaan pungli yang telah dilakukan oleh para ketua RT kepada masyarakat penerima BLT dana Covid-19.

Hendarto mengatakan kepada media yang meliput pelaporan tersebut apa yang dia lakukan adalah semata mata memperjuangkan martabat insan pers khusus nya di kabupaten majalengka, jangan sampai di rendahkan dan di intimidasi ketika bertugas.

“Saya melapor bukan karena ingin tenar atau apapun, tapi karena saya ingin memperjuangka martabat insan pers majalengka, ancaman dan intimidasi pembunuhan bisa terjadi kepada wartawan mana saja, harus ada efek jera dan perlindungan hukum kepada wartawan yang bertugas ” ungkap.” Hendarto

Dalam surat penerimaan laporan dengan no surat B/35/IX/2020/reskrim res majalengka, Sudah resmi membuat pengaduan di terima oleh siaga reskrim adventus mukti W.S, SH

Ditempat terpisah, M iqbal biro hukum wartawan” Hendarto” bernaung mengatakan bahwa wartawan harus kompak dan solid agar tidak terjadi lagi kekerasan terhadap wartawan ketika sedang dalam bertugas.
Saya senang jika wartawan kompak, tidak boleh lagi terjadi kekerasan terhadap wartawan dalam melakukan tugas nya ” kata Iqbal

Tentang dugaan ancaman verbal kepada 4 wartawan daerah kabupaten majalengka oleh salah satu kepala desa yaitu desa Mekarmulya Kecamatan Kertajati, Oom Tarkam, Divisi Hukum pusat Redaksi Mediaputrabayangkara.com, M.Iqbal,SH dan Beny Sarben yang dikenal dengan nama om ben, sebagai pembina Lembaga DPD KPK Tipikor Kabupaten Majalengka, memberikan pandangan yang sama saat ditemui dikediamannya, atas kemelut kejadian yang menimpa rekan-rekan wartawan tersebut.

Menurut mereka Profesi wartawan di lindungi Undang-undang No 40/1999 tentang Kebebasan Pers, Kades selaku Kepala pemerintahan desa tidak pantas menjustifikasi wartawan itu secara global.

Seorang kepala desa seharusnya bisa lebih bijak dan dewasa menyikapi persoalan bukan langsung mengintimidasi apalagi dengan nada ancaman kepada wartawan yang meliput dan sedang menjalankan tugas.

“M.iqbal menambahkan dengan ancaman oknum Kades pada salah satu anggota Media Putrabayangkara, yang mana notabenya Media ini merupakan keluarga besar POLRI, Dimana Kepolisian republik indonesia selaku pembina media putra bhayangkara.maka Iqbal Akan Melaporkan Kasus pengancaman tersebut Kepada Dewan Pembina “KBPP POLRI “Yaitu Kepolisian Republik Indonesia, Dimana KBPP POLRI merupakan bagian intergral dari kepolisian,Maka M.Iqbal mengutuk keras tidakan Kades mekarmulya oom tarkam, dan meminta pihak kepolisian menindak tegas kepada siapa saja yang mengancam keluarga besar Polri.”Ucapnya.

“Saya mewakili kepengurusan Pusat Mediaputrabayangkara. akan terus memberikan support penuh kepada anggota, dan mendukung langkah langkah anggotanya, dengan melaporkan oknum kades tersebut.ucap iqbal

“Sebagaimana diatur dalam UU Pers no.40, dalam pasal 4 UU Pers disebutkan bahwa untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi, dimana pers menyampaikan informasi berdasarkan bukti kebenaran yang di konfirmasi dari keterangan Saksi.

Sementara itu, Masduki Muchsin, SE selaku Ketua AWI Cabang Majalengka memberikan suport dan semangat kepada rekan – rekan yang hari ini berada di Polres Majalengka untuk memperjuangkan hak-hak jurnalis yang di lindungi oleh Undang – Undang No. 40 Tentang Pers Tahun 1999, memang menghambat peran dan fungsi Pers adalah bentuk upaya penghianatan terhadap pilar kebangsaan.”Tegasnya.

Sampai berita ini naik online, Kasatreskrim polres majalengka, AKP siswo belum berhasil di wawancara karena sedang melakukan zoom meeting menurut pengakuan petugas jaga piket.

Biro Majalengka

News Feed