oleh

Sikapi Polemik Yang Terjadi Di SPBU Pota Sambi Rampas, GEMPAR MATIM Gelar Unjuk Rasa

MANGGARAI | NR | Gerakan Mahasiswa Pemuda Dan Rakyat Manggarai Timur (GEMPAR-MATIM) Melakukan Aksi Unjuk Rasa. Gerakan Mahasiswa Pemuda Dan Rakyat – Manggarai Timur ( GEMPAR-MATIM ) , Melakukan Aksi Unjuk Rasa Menyikapi Polemik-Polemik yang Terjadi di Pertamina Khususnya SPBU POTA di Kec.Sambi Rampas, Kab. Manggarai Timur-NTT dalam hal ini “PERBAIKI SISTEM PELAYANAN DAN KETERSEDIAAN BBM TERBATAS DI SPBU POTA”. kenyataannya dilapangan jauh berbeda, Para Nelayan,Petani Dan Konsumen lainnya mengeluh terhadap sistem pelayanan kurang baik yang diberikan oleh pihak SPBU POTA.

Ahmad, selaku Jendaral Lapangan dalam aksi ini menegaskan bahwa “Pihak PT.PERTAMINA segera mengeluarkan Teguran Keras yang dilakukan oleh SPBU POTA dalam hal ini Sistem Pelayanan Terhadap Konsumen Yang Tidak Baik”.

Dan Juga Ketersediaan BBM pun menjadi Masalah di SPBU POTA. Para Nelayan, Petani dan Konsemen lainnya mengeluh terhadap SPBU POTA atas Ketersediaan BBM yang Terbatas. Ketersediaan BBM yang Terbatas mengakibatkan Pemberhentian Pencarian Hidup baik itu Nelayan, Petani dan Konsumen Lainnya.Ironisnya Permasalahan Ketersediaan BBM pun bukan hanya satu kali terjadi tetapi Ketersediaan BBM itu sering kali terjadi di SPBU POTA,kadang Ketersediaan BBM yang terbatas itu memakan waktu 1 Hari, 2 Hari bahkan Sampai 3 Hari tidak adanya Ketersediaan BBM itu sendiri di SPBU POTA.

Tegas, Ketua Umum GEMPAR-MATIM ( Muhammad Asgar ) Menyatakan “Permasalahan Ketersediaan BBM Terbatas ini Jangan Ada lagi. SPBU POTA harus bertanggungjawab dalam hal ini slalu melayani Kebutuhan BBM untuk para Nelayan, Petani dan Konsumen Lainnya”.

Maka dari itu kami dari Gerakan Mahasiswa Pemuda Dan Rakyat-Manggarai Timur ( GEMPAR-MATIM ) Menyatakan Sikap ;

Mendesak SPBU POTA, Perbaiki Sistem Pelayanan Terhadap Konsumen.
2.Mendesak SPBU POTA,Ketersediaan BBM setiap hari Slalu Ada.
Mendesak SPBU POTA, Stop Ketersediaan BBM Terbatas.
Mendesak SPBU POTA, Jangan Mempersulit Masyarakat Dalam Pembelian BBM Khususnya Nelayan,Petani Dan Konsumen Lainnya.
Mendesak SPBU POTA, Sesuaikan Takaran Pengisian dengan Angka Rupiah.
Mendesak SPBU POTA Untuk Tertipkan Pembelian Eceran Liar.
Mendesak Pihak PT.PERTAMINA untuk melakukan Uji Tera Kembali pada Mesin SPBU POTA.
Mendesak SPBU POTA, Evaluasi Seluruh Pegawai yang Berkerja Di SPBU POTA.
Ahmad Selaku Jenderal Lapangan mengatakan dengan Tegas, “Jika hal ini tidak diindahkan oleh SPBU POTA maka kami akan ada Aksi berkelanjutan bersama Masyarakat baik itu Nelayan Petani dan Konsumen lainnya”.

Sumber : Jenderal Lapangan, GEMPAR MATIM Ahmad.
Rabu,16 September 2020.

News Feed