oleh

Taslim : Hati Hati Memilih Asuransi Beasiswa Yang Hanya Berbadan Hukum Mutual Seperti Asuransi Bumi Putera!

Spread the love

Tangerang, nuansarealitanew.com,- Selasa (22/9/2020) telah dilaksanakan Sidang lanjutan perdata 520 antara pemegang polis Taslim yang juga sebagai Ketua Umum LSM Seroja Indonesia melawan Perusahaan Asuransi Bumi Putera 1912 kini telah memasuki sidang jawaban dari tergugat. Yang mana sidang yang di jadwalkan sudah memasuki sidang yang ke tujuh (7).

Dalam hal ini pemegang polis Taslim selaku penggugat menuturkan,” cuma merasa aneh Bumi Putera yang selama ini sudah kita kenal dimana mana bukan merupakan PT , Yayasan ataupun CV, tapi hanya perkumpulan beberapa orang saja yang mendirikan usaha perasuansian yang hanya perijinannya cuma diketahui oleh Menteri Keuangan saja dan bersifat Mutual,” terangnya.

“Yang mana sudah sangat jelas itu sangat tidak masuk akal, karena disana di dalam AD/ART nya banyak yang bersifat menjerat dan merugikan masyarakat,” jelasnya.

Bagaimana tidak, menurut Taslim, ssalah satu poin yang ada berbunyi Anggota atau pemilik perusahaan dan tiap tiap Anggota juga berhak atas keuntungan maupun bersama sama menanggung kerugian perusahaan (sesuai dengan azas mutualisme/ kebersamaan).

Hal inilah kata Taslim selaku Ketum LSM Seroja Indonesia dan sekaligus pemegang polisi no 2004134587 yang sangat menjebak dan merugikan nasabah ataupun anggota, karena disini Bumi Putra kalau berbicara usaha bersama, kenapa tidak ada laporan ataupun pembagian keuntungan dari usaha tersebut, dan kenapa pula kalau perusahaan mengalami kerugian maka semua Anggota pun harus menanggung bebannya,” sesalnya.

Masih menurut Taslim,” ini hanyalah akal akalan dan pembelokan tanggung jawab, karena bukan hanya satu atau dua Nasabah yang klaimnya bermasalah, ada ribuan bahkan mungkin mencapai ratusan ribu orang, yang klaim Asuransi nya tidak Jelas. Coba kalau dikalikan dari ratusan orang dikali jumlah klaim, ada berapa uang masyarakat yang dirugikan oleh Bumi Putra? bisa Triliunan Rupiah,” ucapnya.

Adapun sidang selanjutnya dijadwalkan tanggal (29/9/2020) yang mana sidang tersebut jawaban atau Replik dari pihak tergugat.

Hingga berita ini diterbitkan, kami masih berupaya mengkonfirmasi pihak Asuransi Bumi Putera.
(Awal)

News Feed