Kasi Farmasi Dinkes Sumedang, Akui Puskesmas Wado Teledor Dan Ada Kesalahan

Spread the love

Sumedang, NR,-Puskesmas Wado Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, belakangan ini menjadi pertanyaan publik khususnya di kalangan awak media atas ditemukannya berbagai jenis obat dan infusan yang sudah kadaluarsa/expired disimpan di gedung bekas KUA.

Selain itu juga ialah dalam hal pengamanan penyimpanan obat tersebut, dimana keadaan gudang penyimpanan tersebut diduga selalu terbuka pada pas waktu jam kerja dan tanpa ada penguncian dari pihak puskesmas.

Bahkan ketika awak media turun kelapangan, Jum’at (08/10/2020) lalu, diduga obat tersebut dibiarkan menumpuk dan terlihat gudang penyimpanan obat kadaluarsanya selalu terbuka, siapapun yang lalu lalang pun bisa masuk ke gudang tersebut. Yang mana diketahui bahwa gudang itu menurut informasi bekas gedung KUA yang tidak dipakai, dan dalam satu gedung itu obat kadaluarsa disimpan bebarengan dengan berkas-berkas dan limbah kardus bekas obat.

Sementara itu, dr. Eka ditemui di ruanganya pada Jumat (08/10/2020) lalu, menuturkan bahwa Gudang bekas KUA itu memang milik Puskesmas Wado, gudang di puskesmas itu ada dua, untuk barang-barang bekas atau rusak itu juga ada gudangnya dan tentu saja untuk obat-obatan yang masih bisa dipakai atau digunakan kami pisahkan dengan obat yang sudah kadaluarsa.

Ia juga mengatakan pihaknya sudah biasa seperti ini mengenai obat kadaluarsa bahwa setiap bulan kita ada laporannya ke Dinas Kesehatan dengan cara pemakaian obatnya berapa, kemudian yang kadaluarsanya ada berapa, jadi kalau disatukan tidak kita pisahkan sudah kebayang kan, obat gudang memang ada tapi kalau disatukan takut terjadi kesalahan pemberian obat kadaluarsa ke pasien lagi bagaimana. Makanya kami pisahkan antara obat kadaluarsa dan obat yang masih bisa digunakan”katanya.

“gudang itu selalu dikunci oleh petugas kebersihan puskesmas, dan mungkin penyimpanan obat kadaluarsa di Gudang KUA itu hanya sementara”.tegasnya.

Namun, kalau memang benar gudang itu selalu dikunci, kenapa saat tim awak media sewaktu ke gudang penyimpanan obat kadaluarsa bisa leluasa masuk ke gudang tanpa ada penguncian.

Di tempat terpisah, Dadan Mulyadan selaku Kasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang saat diwawancarai tim awak media pada Senin (10/10/2020) lalu, pihaknya mengakui bahwa, berdasarkan temuan memang ada sedikit kesalahan, puskesmas menyimpan barang itu gudangnya tidak terkunci gitu aja kan. Dan Kalau dari penelusuran saya memang gudang tersebut itu disewa kalau ga salah mah katanya gitu.

“Karena kalau obat itu mah sudah tidak bermasalah, karena maksudnya obat tersebut boleh ditempatkan di tempat itu karena obat sudah kadaluarsa, dan obat tersebut akan dilakukan penghapusan pada minggu sekarang, minggu ke 2 ke 3, jadi mulai besok semua ada semua obat kadaluarsa di beberapa puskesmas ditarik dilakukan penghapusan, itu intinya gitu”. Tuturnya.

Ditambahkannya, Kalau SOP proses nya itu di penyimpanan nya saja dia itu, menyimpan tidak di tempat tertutup dan terkunci itu saja kesalahannya. Memang ada keteledoran puskesmas, sedang kita bina mudah-mudahan tidak teledor lagi kedepannya, seperti itu lah. Kita udah diinstruksikan oleh pimpinan untuk melakukan perbaikan-perbaikan. “tambahnya.

Fahmi/Tim