Pemred NR Tolak Wartawannya Dijadikan Saksi Dugaan Pelanggaran Pemilu Dari Bawaslu Kabupaten Bandung

Spread the love

KAB. BANDUNG | NR | Terkait pemberitaan dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh salah satu pasangan cabup dan cawabup di Kabupaten Bandung yang berjudul https://nuansarealitanews.com/2020/09/naas-di-tengah-pandemi-bajidoran-diduga-jadi-media-kampanye-terlarang-pasangan-nia-dan-usman-sayogi/ dan https://nuansarealitanews.com/2020/09/seni-jadi-media-propaganda-kampanye-terlarang-pasangan-calon-bupati-kurnia-agustina-dan-usman-sayogi/ oleh salah satu wartawan Nuansarealitanews.com atas nama Faisal Nugraha, Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Kabupaten Bandung melalui Komarudin selaku Koordinator Penanganan pelanggaran melayangkan surat undangan klarifikasi terhadap Saudara Faisal Nugraha untuk menjadi saksi, pada Hari Rabu (8/10/20).

Menanggapi perihal tersebut, Tony Maulana selaku Penanggung jawab dan atau Pemimpin Redaksi Media Nuansa Realita yang berbadan hukum PT. Nuansa Realita Jaya sangat menyayangkan terhadap Bawaslu Kabupaten Bandung karena dinilai cacat prosedur.

Dirinya mengatakan,” Kami sangat menyayangkan yang telah dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Bandung terkait pemberitaan dugaan pelanggaran pemilu tersebut karena memanggil wartawan kami secara pribadi untuk dijadikan saksi dan TIDAK BERDASARKAN UU Pers No. 40 Tahun 1999, akan tetapi berdasarkan Peraturan Bawaslu No.8 Tahun 2020 Tentang Penanganan pelanggaran pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta walikota dan wakil walikota, dan perlu diketahui juga bahwa UU spesialis (UU Pers) tidak bisa dicampur adukkan dengan UU lain” sesalnya.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa, sebuah karya jurnalistik pun (Pemberitaan) sudah cukup menjadi sebuah kesaksian bagi Bawaslu itu sendiri, seharusnya Bawaslu Kabupaten Bandung merasa terbantu oleh kami,” sambungnya.

“Dengan demikian, terkait pemberitaan tersebut sudah bukan menjadi tanggung jawab wartawan kami lagi, akan tetapi saya sebagai penanggung jawab dan kami pun menolak wartawan kami untuk dijadikan saksi,” jelas Tony yang karib dipanggil Simbara.

Di tempat terpisah, Komarudin selaku Koordinator penanganan pelanggaran ketika dikonfirmasi oleh Tim Nuansarealitanews.com di ruang kerjanya yang beralamatkan di Jalan Soreang No. 141, Kabupaten Bandung menuturkan,” Menanggapi berita dugaan pelanggaran tersebut, Kami pihak Bawaslu Kabupaten Bandung akan menindaklanjuti dan mengkonfirmasi pihak pihak terkait agar tidak eror personal,” ujar Komarudin.

“Dan perihal undangan klarifikasi sebagai saksi terhadap Saudara Faisal secara pribadi, kami pun memiliki peraturan dan UU tersendiri,” pungkasnya.

(Red)