Penyerangan Dan Pengeroyokan Oleh Oknum Security PT. MPC Akibatkan Korban Luka Parah

Spread the love

MUANDAU-BENGKALIS-NR-
Pureden. N. (41) yang merupakan warga jln. Simpang Proyek RT03 RW03 Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, menjelaskan semua yang dia alami bersama kedua anaknya Hingga anaknya berada di kantor polisi kepada awak media di kantor hukum Bangkit Sipayung, SH.
di jln Baitul Ibadah Desa pinggir
Rabu (21/10/2020) pagi.

Pureden.N. memilki sebidang tanah yang berada di wilayah RT 01 RW 02 Dusun Suluk Bongkal Desa Koto Pait Kecamatan Talang Muandau yang sudah lama ia kelola, kurang lebih 10 (sepuluh tahunan) untuk bertani.

Namun pihak Perusahaan Penguasa HTI, PT. Arara Abadi, mengklaim bahwa lahan Pureden N masuk dalam kawasan HTI, PT. Arara Abadi.

Rabu (7/10/2020) Sore sekira pukul 18:00 Wib Pureden.N. dan ketiga anaknya sedang bekerja di lahannya seluas 6 hektare, didatangi oleh 7 (tujuh ) orang oknum Security PT. MCP Subkontraktor PT. Arara Abadi. Tanpa ijin langsung mencabuti ubi milik Pureden.N. atas perintah humas PT. Arara Abadi [An Trisno,.
Sore itu terjadi negoisasi untuk bertemu dengan Trisno esok harinya (Kamis).

Berselang satu jam kemudian sekira pulul 19:00 Wib Pureden.N. bersama anaknya An.( F.N.) ( V.N.) ( R.N ) dan (S.M).(R.N.) (F.T.) kembali didatangi oleh empat orang Security PT.MCP Kembali mencabuti ubi milik ( P.N.) Juga atas perintah (Trisno)
lagi- lagi terjadi kesepakatan akan bertemu dengan humas,
Menurut keterangan Pureden.N.Setelah terjadi kesepakatan saling bersalaman lalu ke empat (Security )pun pulang.

Tidak lama kemudian oknum Security PT. MCP Kembali mendatangi kediaman Pureden.N. sekira pukul 20;30, dengan jumlah yang sangat banyak kurang lebih 20 orang, Dilengkapi dengan Senjata seperti Bambu, Pentungan, Besi, pipa dan langsung berteriak ( mana dia- mana dia > yang dimaksud adalah F.N. Karna merasa kaget mendengar suara dan kerumunan itu maka (Pureden.N) (F.N) (R.N) (V.N.) dan (S.M.) ( R.N.) Langsung berdiri, pada saat itulah Penyerangan, Pemukulan dan Penganiayaan terjadi secara Membabi buta hingga F.N dan S.M babak belur bersimbah darah bahkan ( F.N) tidak sadarkan diri sampai mendapatkan 10 jahitan dikepalanya, terang Pureden.N

Menurut keterangan (S.M.), kami diseret kepondok sambil dipukuli, ditendang lalu kami dibawa lagi ke pos disana kami juga mendapat pukulan yang bertubi tubi secara bergantian oleh Security PT.MCP (Manggala Cipta Persada) Subkontraktor PT.Arara Abadi, Sampai darah keluar dari kupingku, lalu kami dibawa Kepolsek Pinggir ujar S.M kepada awak media .

Pureden.N Menjelaskan saya tidak melihat anak saya melakukan pengancaman seperti yang disangkakan,dia hanya mengusir ujar Pureden.N

Sekarang F.N ditahan oleh Pihak Polsek Pinggir dengan tuduhan Pasal 335 Kuhp tentang pengancaman

Sementara Kuasa Hukum Pureden.N. Bangkit Sipayung, SH dan Rekan, Menerangkan kepada awak Media Nuansarealitanews.com, bahwa pihaknya sangat menyayangkan kejadian Penganiayaan dan pengeroyokan yang dialami kliennya.

Oknum Security yang mengaku diancam oleh klien kami, yang mana hal itu dilakukan karena pihak Security itu, Melakukan pencabutan ubi milik orang tua klien kami.
Pastinya tindakan security tersebut merupakan tindakan yang arogan dan tak memiliki aturan kerja SOP, Mendatangi beramai-ramai rumah klien kami pada malam hari,sekira jam 21.00 Wib jelas Bangkit.

Masih menurut Bangkit, akibat penganiayaan tersebut Klien kami atas nama FN(21) mengalami luka berat pada bagian kepala hingga 10 jaitan, muka sebelah mata, badan dan lengan.

“Atas peristiwa yang dialami oleh klien kami FN, maka pada tgl,14 Oktober 2020 lalu, Kami team Kuasa Hukum membuat laporan atas penganiayaan yang dialami FN ke Polsek Pinggir, atau sebagaimana dimaksud Pasal 170 atau 351 KHUP. Dan, Klien kami FN juga sudah di intrograsi terkait laporan yang bernomor : STTPL/63/x/2020/SPKT/RIAU/BKS/SEK-PGR. Kami dari team kuasa hukum meminta kepada Pihak Kepolisian Sektor Pinggir agar segera melakukan tindakan dan memproses Kasus Penganiayaan juga Pengeroyokan serta Pengerusakan terhadap barang- barang Klien kami yang dilakukan oleh oknum security PT. MCP(Manggala Cipta Persada)”, harap Bangkit Sipayung, SH.

Pureden.N juga Menyampaikan turut berduka dan permohonan maaf yang sangat mendalam, kepada pihak keluarga yang menjadi korban penusukan yang tidak sengaja yang dilakukan oleh anak saya ,dia hanya melakukan pembelaan diri saja, tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan kami masih berupaya mengkonfirmasi pihak terkait.

(Son)