oleh

Perehaban Ruang Kelas SDN Babakanmanjeti 1 Diduga Tidak Sesuai Perencanaan dan RAB

Spread the love

Majalengka, NR-Pembangunan rehabilitasi ruang kelas dengan tingkat kerusakan sedang atau berat, beserta perabotnya di SD Negeri Babakanmanjeti 1 Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka Senilai Rp. 300 jt yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka Tahun Anggaran 2020 sebanyak Empat (4) Ruang Kelas, diduga tidak sesuai perencanaan dan RAB dalam pelaksanaan kegiatan DAK tersebut.

Hasil pantauan tim awak media di lapangan, pada Senin, (28/09/2020) lalu, perehaban ruang kelas SD Negeri Babakanmanjeti 1 ini sudah hampir selesai, tetapi, dalam pengerjaan pembangunan tersebut diduga dilaksanakan tidak sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis), yang mana untuk belanja pergantian atap rangka baja ringan tidak dilakukan perbaikan total, namun hanya diganti sebagian saja dan tetap menggunakan material baja ringan bekas pakai. Sehingga, diduga tidak sesuai spesifikasi yang sudah ditetapkan dan kualitasnya sangat diragukan.

Untuk melengkapi isi pemberitaan, tim awak media bermaksud konfirmasi kepada kepala sekolah yakni Hj. Kartinah, S.Pd., Rabu (30/01/2020) di ruangannya, pihaknya mengatakan bahwa pembangunan ini sudah mencapai 90 % dan sudah selesai tidak ada pengembangan. Ini juga sudah sesuai dengan RAB dan anggarannya 300 jt itu dibagi per ruangannya masing-masing 75 jt.

Ketika ditanya awak media, anggaran per ruangan 75 juta itu diperuntukan apa saja dan yang diganti bahan materialnya apa saja. Dirinya menjawab bahwa baja ringan diganti semua dengan yang baru, selain itu kusen, pintu, jendela, keramik, plafon, iya pokoknya ngikutin sesuai RAB aja.

Selain itu, konsultan pun sudah turun 2 kali didokumentasi waktu awal dan pekerjaan 40 %, bahkan Kabid SD Juga Pa H. Nana sudah cek kelapangan dan tidak ada masalah, pengerjaan selesai 1 bulan dengan pekerjanya 10 orang, ya intinya pengen cepat selesai aja dan Kalau di anggarkan 3 bulan kerjanya kan biayanya besar.

Namun ketika tim awak media memperlihatkan video hasil pantauan di lapangan, terkait baja ringan yang lama masih dipakai di bangunan tersebut, pihaknya menjawab sembari nada keras dan agak marah bahkan jawabannya pun tidak sama dengan pernyataan dirinya di waktu awal menjelaskan kepada kami.

“Iya maksudnya yang dua lokal itu kan sudah baja ringan, jadi kan yang tadinya, contohnya ini sudah karatan sudah jelek kan itu di ganti, RAB tetap 300 ada tambal sulamnya!” ujar nya nada tinggi.

Sampai berita ini dimunculkan, belum ada tanggapan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, baik dari Kadis, Kasi Sapras maupun Kabid SD.

Tim Awak Media Pun masih berusaha untuk meminta tanggapannya, tetapi terkesan saling lempar dari Kasi Sapras disuruh ke Kabid SD, ataupun sebaliknya.

Fahmi dan TIM

News Feed