Polemik Terkait Viralnya Kendaraan Dinas TNI Yang Dipakai Warga Sipil Diklarifikasi Oleh BHS

Spread the love

Nuansarealitanews.com, Jakarta,-Terkait viralnya mobil dinas TNI yang dipakai warga sipil yang viral di beberapa media dan menurut pemberitaan media tersebut, diduga ada beberapa pihak atau oknum-oknum terkait permasalahan yang sudah ditangani oleh Pusat Polisi Militer Angkatan Darat, dalam Konferensi Pers Puspomad yang dikatakan oleh Letnan Jenderal TNI Dodik Wijanarko, S.H., C.Fr.A. (red).

Sementara salah satu nama yang tercantum dalam pemberitaan adalah Kol. CPM (purn) BHS yang pada saat ditemui di Puspomad, Jl. Merdeka Timur No.17 Jakarta Pusat. Senin malam (12/10/2020).

Dalam penyataan nya, BHS mengatakan kepada media bahwa dirinya tidak mau berpolemik karena bukti-bukti sudah di sampaikan ke Puspomad.

“Saya tidak akan menjawab Pertanyaan, tetapi saya akan membuat Pernyataan, yang pertama adalah terimakasih kepada sejumlah media, yang membuka permasalahan ini apa adanya, dan saya pada tahun 2019 sudah mengembalikan no registrasi 3688-34, kemudian saya tidak mau berpolemik dan saya akan tetap menjaga nama baik PUSPOM akan saya jaga nama baik Polisi Militer, jadi saya ulangi kembali, saya hanya mendapatkan 2 nomer registrasi atas arahan Puspomad yang saya pakai sendiri di Bandung dan di Jakarta, tetapi no 3688-34 sudah saya kembalikan ke Puspomad dan saya tidak mau berpolemik dan Bukti Pengembalian sudah saya sampaikan ke Puspom, jadi segala bukti-bukti yang berkaitan dengan itu sudah di sampaikan ke Puspom, dan yang menerima adalah Letkol CPM Putu, jadi saya sudah mengembalikan bukti per tahun 2019, dan saya tetap akan menjaga nama baik Puspom, saya akan menjaga nama baik Polisi Militer, sekali lagi saya tidak mau berpolemik”, tegasnya.

Di waktu yang sama, dalam hal ini Letkol CPM Putu saat diklarifikasi melalui pesan Whatsapp menjawab bahwa betul sesuai statment beliau ( BHS ) tersebut.

Sementara ini pihak lain yang diduga memakai kendaraan dinas tersebut yang berinisial SW alias Ahon belum bisa dihubungi.

(Dewa)