Wawancara Imajiner Dengan Pak Soeharto : Enak Jamanku To?

Spread the love

Oleh : Tony Maulana / Pemimpin Redaksi Media Nuansa Realita

Senja itu angin kemarau sangat terasa menusuk tulang, ku hampiri sebuah bangunan putih sederhana rapih di setiap pandangan yang dikelilingi sejumlah pohon cemara. Seketika diriku melihat sosok Pria gagah berwibawa hendak menatap kosong tanpa arah. Ya, Pak Soeharto mungkin sedang memikirkan situasional negara kita ini yang mungkin memang sedang semrawut.

“Assalamu’alikum Pak!” ucapku menyampaikan salam kepada sosok Pemimpin yang memang sangat berjasa pada kemajuan NKRI di masanya. Meski kadang kita tak sadar atau mungkin tidak mengetahui, atau memang benar-benar lupa akan perjuangannya yang dimana hasilnya kita tuai saat ini.

“Walaikumsalam Nak” jawabnya sembari mengeluarkan senyuman kharismatiknya.

TM : Apa kabar Pak?

PS : Baik nak, gimana kabar mu?

TM : Alhamdulillah Pak, badan sih sehat, tapi pikiranku agak sedikit semrawut hehe.

PS : Semrawut kenapa? kamu sekarang hidup di jaman canggih, semua mudah dilakukan. Berbeda dengan jaman ku waktu dulu…Apalagi kamu itu hidup di Negara Indonesia yang kaya raya, luas, tongkat kayu dan batu saja jadi tanaman. Lantas apa kabar negaramu sekarang?

TM : Justru itu Pak, saya kemari mau tanya tanya hehe.

PS : Mau tanya kenapa gambarku banyak dipasang di belakang truk to?

TM : Haha bukan itu Pak, tapi sedikit berkaitan sih. Tapi yang pasti negara kita sekarang sama semrawutnya dengan pikiranku Pak, dimana masa pandemi yang nyaris 8 bulan ini belum juga usai dan otomatis berdampak pada semua aspek, dari terganggunya kualitas pendidikan hingga ancaman resesi ekonomi. Belum lagi harga sembako yang melambung tinggi hingga kinerja wakil rakyat dan para menteri yang bikin jengkel kami.

PS : Yang kamu harus tahu, perbedaan politisi jaman ku dulu dengan yang saat ini yang selalu mencampur adukken kepentingan pribadi dan golongan dibanding kepentingan rakyat.

TM : Maksud Bapak? Kualitas kinerja pejabat politik jaman sekarang menurun?

PS : Hehe kamu juga bisa merasaken sendiri, enak jaman ku to?

Imbuhnya sambil tersenyum simpul. Dan saya pun refleks meng-iyakan.

PS : Maksud Saya, dulu Saya memilih para menteri itu tidak sembrono, saya amati kemapuan di bidangnya masing masing dengan seksama. Ndak asal pilih. Seperti contohnya para politisi dan wakil rakyat itu seorang purnawirawan militer, sudah otomatis tegas, disiplin, loyal berdedikasi tinggi demi kemajuan negara dan bela kepentingan rakyat. Lah sekarang wakil rakyat mewakili rakyat yang mana? Hehe. Tanya beliau sesekali batuk kecil (berdehem) ciri khasnya.

TM : Kadang saya juga heran Pak, Indonesia ini negara kaya akan hasil alam, rempah-rempah. Kok istri saya sekarang kalo masak pake bawang import hehe.

PS : Ya seperti yang tadi saya kataken, Indonesia itu kaya, kalo orang-orang di dalamnya murni tanpa ada kepentingan pribadi dan lain lain. Masyarakat ndak neko-neko, yang penting harga sembako murah, pendidikan mudah didapat, kesehatan dan keamanan terjamin…simple.

TM : Jadi, melihat situasi dan kondisi negara kita sekarang ini, Pemerintah tidak mampu gitu Pak?

PS : Bukan tidak mampu, Pemimpin kita yang sekarang ini (Presiden Jokowi) sangat kuat dukungan dari rakyat, akan tetapi banyak juga gelintiran golongan dan orang-orang yang ingin menjatuhken. Asal dia sabar dan tetap istiqomah membela rakyat mungkin Indonesia akan maju di tangannya.

TM : Jadi Presiden kita sekarang ini bakal mampu menyelesaikan polemik di negara kita Pak?

Seketika waktu mulai gelap, dan saya pun berpamitan untuk pulang. Gelap sangat menyelimuti saat itu. Masih banyak pertanyaan yang akan saya lontarkan. Mungkin lain waktu.

Bandung, 6 Oktober 2020

#Selamat Hari TNI Ke – 75

#TNI Bersinergi Untuk Negeri