oleh

Desa Tumbang Koling Kecamatan Cempaga Hulu Kotim Gelar Ritual Ma’ Mapas Lewu

Sampit, Nuansarealitanews,- Ritual budaya adat ma’ mapas lewu atau membersihkan desa dengan cara ritual, adat Dayak Kalimantan T3ngah, di Desa Tumbang Koling, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotim, Kalimantan Tengah yang dilaksanakan pada hari Minggu, (29/11/2020).

Acara ritual ma’mapas lewu bertujuan agar warga masyarakat di tempat tersebut terhindar dari wabah penyakit, dan marabahaya.

Acara tersebut dihadiri beberapa tokoh adat, tokoh masyarakat, juga Kepala Desa Tumbang Koling IYUL, juga Dedi Kritiadi selaku Mantir adat Desa Tumbang Koling, dan dipimpin oleh Pisur dari Desa Mujam Riki.

Disela sela acara, Riki selaku Pisur pelaksana ritual memberikan keterangan pada media ini bahwa, “makna dari ritual ma’mapas lewu adalah ritual penolak bala membersihkan lewu atau kampung dari berbagai gangguan wabah penyakit, dan marabahaya. Kegiatan ritual ma’mapas lewu ini adalah bagian dari warisan budaya leluhur nenek moyang dan pendahulu kita,” ujarnya.

Sambung Riki,” Ritual budaya ini bagian dari ucapan sukur kita kepada para leluhur pendahulu kita, juga tuhan yang maha kuasa yang sudah memberikan kesehatan dan keselamatan untuk kita semua,” tutup Riki.

Pada waktu yang bersamaan, Dedi Kristiadi selaku tokoh masyarakat, menyampaikan pada media ini,” ritual ini adalah upaya menolak bala, wabah pebyakit dan musibah yang selama ini sudah berkembang di negara kita, seperti covid 19, dan acara ini pun tidak terlalu ramai seperti biasanya, hanya dihadiri beberapa tokoh saja, itupun tidak luput dari protokol kesehatan yang selalu dihimbau oleh pemerintah, cuci tangan, menjaga jarak dan menggunakan masker demi keselamatan kita semua,” Ungkap dedi.

Pada waktu yang berbeda Kepala Desa Tumbang Koling, Iyul mengharapkan cara seperti ini bisa dilakukan setiap tahun, mengingat ini adalah bagian dari budaya adat kita Dayak Kalimantan Tengah, sehingga peningalan leluhur kita tidak tenggelam di era kemajuan jaman saat ini, juga mengharapkan generasi kita kedepan nya bisa terus mengembangkan ritual ini,” tutup kades.

(Ardianto)

News Feed