oleh

Pertahankan Kearifan Lokal, Suku Semende Kecamatan Way Tenong Lestarikan Budaya Adat Semende

Lampung Barat, NR,- Di zaman modern yang canggih ini, nilai adat harus tetap dijunjung tinggi, karena merupakan warisan dari nenek moyang (Puyang) di zaman yang canggih ini terkadang masyarakat lupa dengan adat istiadat yang ditanamkan oleh nenek moyang.

Di Indonesia beraneka ragam suku, namun Suku Semende tetap harus dijunjung tinggi karena salah satu adat istiadat yang diwariskan oleh Puyang.

Salah satu adat istiadat Semende yang hampir punah adalah ketika masyarakat membuat sebuah rumah, menaikkan mubungan, kini mulai kembali dilestarikan. Seperti salah satu yang dilakukan masyarakat Pekon Sukananti saat menaikkan sebuah mubungan, sebelum acara dimulai (naikkah mubungan) masyarakat setempat melakukan arak-arakan, amanatak (adroh) salah satu Seni Budaya Semende, kemudian ketika mau naikkah mubungan salah satu dari keluarga yang di sebut meraje, azan di atas mubungan tersebut dan di empat (4) penjuru mubungan tersebut, sudah siap tokoh masyarakat, tokoh agama untuk membaca Yasin dan berdoa tolak balak, Senin (2/11/20).

Suku Semende dikenal dengan adat istiadat dan budaya yang unik, memiliki tradisi dan aturan adat. Dalam hukum adat dikenal dan merupakan pedoman agama dan hadits, sesuai dengan ajaran agama Islam.

Banyak tradisi adat istiadat Semende yang kini mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia, seperti pencak silat ( kuntau Semende) tari piring, tari tunggu tubang dan amanatak ( adroh) semua itu sesuai dengan pedoman agama Islam.

Dan yang menjadi kebanggaan di era modern ini, masyarakat Semende masih tetap mempertahankan adat istiadat warisan budaya ( Puyang ) seperti naikkah mubungan harus tetap dilestarikan agar tidak punah,azan,membaca Yasin dan berdoa di atas mubungan, tujuannya adalah agar rumah yang di buat tersebut menjadi rumah yang berkah baiti Jannah ( rumahku surgaku).

( Kodri NR )

News Feed