Virus Money Politik Merusak Demokrasi

Spread the love

Nuansarealitanews.com, Kabupaten Bandung,- Money Politik masih menjadi kekhawatiran dalam pilkada di sejumlah wilayah di indonesia, sehingga menjadi perhatian dan pantauan bagi Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), khususnya di Kabupaten Bandung.

Koordinator JPPR Kabupaten Bandung Asrizal A Upe tidak berhenti melakukan ajakan untuk tidak melakukan praktek money politik di setiap Kecamatan terutama pada zona yang rawan, kawasan yang dijadikan pantauan JPPR.

“Muncul di setiap benak kita, kenapa money politik menjadi racun pada demokrasi di negara ini? Jawabannya adalah “Money Politik” dalam bahasa indonesia adalah “Suap”, arti suap dalam kamus besar bahasa indonesia adalah “Uang Sogok”, jadi money politik adalah “Pertukaran Uang dengan maksud untuk menentukan posisi seseorang”, paparnya kepada media, Senin (23/11/2020).

“Dari pengertian diatas dapat disimpulkan, bahwa suara pemilih di pengaruhi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab”, tambahnya.

Dalam waktu yang sama Ketua Divisi Pemantauan JPPR Kabupaten Bandung Ibrahim Nur, menurutnya money politik bukanlah merupakan barang baru bagi sistem demokrasi yang ada di indonesia.

“Sejak awal mula pemilihan secara langsung, praktek-praktek seperti itu sudah berlangsung hingga saat ini, dan tentunya harus diwaspadai bersama, waspada dalam arti untuk tidak ikut serta yang jelas-jelas merugikan proses demokrasi bangsa ini, dari situlah muncul berbagai macam konflik yang berkepanjangan yang notabene sangat mengganggu stabilitas nasional”, tandasnya.

Ibrahim juga mengingatkan kepada masyarakat, tentang bahaya praktek money politik.

“Praktek money politik di ancam pidana yang tertuang dalam peraturan Pilkda, si pemberi dan si penerima sama-sama dijatuhi sanksi pidana jika terbukti melakukan transaksi money politik, sebagaimana Dalam undang undang nomor 6 tahun 2020, Pasal 187A ayat (1) & (2)”, tegasnya.

Ibrahim juga mengajak masyarakat untuk melawan virus money politik, agar tercipta Demokrasi di Kabupaten Bandung.

“Wujudkan Demokrasi yang Sehat, Jujur, Adil dan Bersih, agar terlahir pemimpin daerah yang berkualitas dan memiliki kredibelitas yang mumpuni dalam memimpin daerahnya”, pungkasnya.

(Dewa)

Related posts