Lintas Daerah

Kontainer Sampah Tak Kunjung Datang di Jembatan Dada, Ini Penjelasan DLHK

×

Kontainer Sampah Tak Kunjung Datang di Jembatan Dada, Ini Penjelasan DLHK

Sebarkan artikel ini

SINJAI, NR- Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Tapi tak sedikit orang yang masih kurang menyadari pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Namun apa jadinya jika kesedaran sudah ada, namun fasilitas atau tempat pembuangan sampah tidak tersedia.

Seperti yang terjadi di Desa Alenangka , Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Kamis (28/1/21) Sampah mulai berserahkan di sekitaran jalan Poros Sinjai-Bulukumba tepatnya di Jembatan Dada, karena tidak adanya tempat pembuangan sampah atau Kontainer yang tersedia lagi. Padahal beberapa waktu lalu Kontainer sampah masih terlihat di tempat itu.

Sambar, yang merupakan pengguna jalan asal Sinjai Selatan meresa kesal. Lantaran, sampah yang sudah bertumpuk beberapa hari yang di sebabkan karena tidak adanya Kontener sampah, tak kunjung di bersihkan.

“Jangan-jangan DLHK Sinjai tutup karena Korona sehingga sampah juga ikut di tutup pengangkutanya?,” ucap sambar.

“DLHK tertib karena korona, tapi sampah tidak tertib. bahkan berserakan di pinggir jalan. Lalu kemana Kontainer sampah yang pernah ada di tempat itu?,” katanya.

Terpisah, Darwis,Seksi pengelolan sampah DLHK Kab. Sinjai saat di konfirmasi oleh tim NR di ruang kerjanya terkait masalah sampah dan Kontainer di Sinjai selatan merespon dan memberikan penjelasan.

“Penempatan Kontainer Sampah itu pada masa jabatan Kepala Dinas lama. Sedangkan sampai sekarang saya sendiri tidak tau bagaimana bentuk MOU antara Kadis dengan Pemerintah setempat yang ada di Sinjai Selatan,” ungkapnya.

Pihaknya pun menjelaskan masalah penarikan Kontainer sampah yang di pertanyakan warga.

” Dan untuk itu, Kami tarik Kontainer sampah karena sebetulnya setiap Kontainer sampah ada Retribusi yang di bayar. Tapi itu kami tidak tau seperti apa bentuk MOU antara Kadis lama dengan Pemerintah di Sinjai selatan, maka itu ditarik. Disisi lain permintaan Ketua BPD, Karena menurutnya hanya menimbulkan bau karen bukan warga setempat yang membuang melainkan warga dari luar yang memang sengaja datang,” tambahnya.

Kepala Seksi Pengelola Sampah itu pun menyampaikan bahwa Pemdes yang mengharapkan adanya pelayanan pengambilan sampah didaerahnya dituntut untuk menganggarkan pengadaan kontainer didesanya,mengingat anggaran Dinas tidak cukup untuk penyediaan kontainer ditempat pelayanan baru.

“Kecuali mungkin bila para pemangku kebijakan dan DPRD setuju penganggaran untuk itu,insya allah kami mesti siap,”tutupnya.

(RN)

Tinggalkan Balasan