Karawang, NR- Sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta berakhir tragis, dimana seorang perempuan berinisial E ( 21) warga Desa Kertasari Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta dari pasangan kekasih bernama Hadi (24) warga Desa Cikeris kecamatan Bojong Purwakarta, diduga melakukan penganiayaan dan diduga mencoba melakukan pencobaan pembunuhan setelah putus cinta dengan wanita berinisial E.

Kejadian ini terjadi di Paricis Tanjungpura Karawang 10 Februari 2021 lalu sekira jam 05.00, pada saat korban E hendak berangkat kerja , pelaku bernama Hadi melakukan aksinya mencekik dan menganiaya korban E sehingga bersimpah darah melukai E dengan pisau cutter. Akibat aksi nekat Hadi yang diduga dipengaruhi oleh narkoba akhirnya dilaporkan kepihak yang berwajib oleh saksi korban E dan keluarga yang saat ini ditangani oleh polres Karawang di bagian Reskrim, menurut pengakuan korban E saat dikonfirmasi media ini, mengungkapkan pelaku Hadi datang di kontrakan sekitar 2 hari sebelum kejadian penganiayaan, sekitar setelah subuh ke rumah kontrakan korban E, kemudian terjadi percekcokan dan sering mengancam korban E akan melakukan aksi nekad kepada E oleh pelaku Hadi , korban sempat dicekik dan disayat di bagian lengan namun nasib menentukan lain korban berteriak kemudian mendapatkan pertolongan dari tetangga kontrakan. Akhirnya korban terselamatkan warga paricis yang tidak mau disebutkan namanya dari aksi di duga pencobaan pembunuhan tutur korban E, akhirnya pelaku Hadi melarikan diri dengan menggunakan kendaraan roda 4 dengan melawan arus di jalan alternatif jalan baru dan kemudian terjadi tabrakan dengan Kendaraan roda 4 yang melintas di jalur jalan baru tersebut, sampai saat ini pelaku Hadi masih dalam proses penyelidikan dan diamankan oleh petugas kepolisian.

Sampai berita ini diturunkan pelaku dijerat pasal berlapis pasal 351 KHUP ” penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama 2 tahun delapan bulan atau pidana denda empat ribu lima ratus rupiah ” jika perbuatan mengakibatkan luka luka berat yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun ‘ ( tim pemburu fakta )

Tinggalkan Balasan