Nuansarealitanews.com, Cimahi,-Viralnya pemberitaan di media online dan media sosial beberapa hari yang lalu, terkait bayi baru lahir yang tertahan, Rumah Sakit Umum Daerah Cibabat Kota Cimahi mengklarifikasi hal tersebut, bahwa kenyataannya tidak seperti apa yang ramai dibicarakan. Pihak RSUD Cibabat telah melayani, membantu persalinan dan merawatnya dengan baik. Bahkan membantu bayi tersebut hingga terjamin oleh BPJS.

Plt Direktur Utama RSUD Cibabat, dr. Reri Marliah MM., memaparkan telah lahir seorang bayi dari ibu HH berjenis kelamin laki-laki pada Minggu 31 Januari 2021 pukul 17.10 Wib dengan persalinan normal. Pada tanggal 1 Januari HH dinyatakan boleh pulang oleh dokter penanggung jawab. Kemudian HH minta izin pulang dan minta bayinya untuk dititip dulu di rumah sakit. Karena mau mengurus kelengkapan administrasinya.

“Sebelumnya kami sudah memberikan edukasi bahwa kelengkapan administrasi bayi ini harus diurus untuk penjaminan, kalau untuk ibunya sudah dijamin BPJS jenis PBI. Kami sarankan kepada pihak orangtua datangi JKN untuk mengurus keaktifan peserta BPJS Kesehatan,”papar dr. Reri Marliah saat ditemui di kantornya, Kamis (04/02/2021).

Tanggal 2 Januari, lanjut Reri mengungkapkan HS datang ke JKN dan disana diberikan juga edukasi, bahwa untuk mengaktifkan peserta BPJS Kesehatan harus dilengkapi dulu persyaratannya seperti KTP suami istri, KK, Surat Lahir. Karena HS tidak bisa memberikan kelengkapan surat suratnya jadi oleh JKN diminta dilengkapi dulu hingga ditunggu sampai jam 14.30.

“Ditunggu sampai jam 14.30 tidak datang lagi HS ini, petugas administrasi lapor ke saya bahwasan ada bayi baru lahir belum terjamin. Kemudian saya dorong untuk dimasukan ke aplikasi SIPP, alhamdulillah langsung terjamin bayinya oleh BPJS Kesehatan. Kemudian saya telepon pihak orangtua bayi untuk mengambil bayinya karena bayi sudah terjamin oleh BPJS. Tanggal 3 Januari pukul 10.00 WIB bayi sudah di bawa pulang oleh HH,”ungkap Reri.

“Selang beberapa jam muncul ke WA saya pemberitaan yang menyebutkan seorang bayi ditahan di RSUD…. Lho koq bisa! Saya kaget, bukannya bayi tersebut sudah dibawa pulang dan tanpa bayar sedikitpun karena sudah dijamin oleh BPJS. Bahkan pihak rumah sakit yang ngurus ke BPJS nya karena orangtua bayi tersebut tidak memiliki kelengkapan surat suaratnya,” ketusnya.

Reri menjelaskan seharusnya peran media jangan sepihak sebelum menaikan berita tersebut konfirmasi dulu ke rumah sakit biar pemberitaannya seimbang tidak sepihak. Pihak rumah sakit tidak menyarankan HH harus pulang sementara bayinya ditinggalkan di rumah sakit, kan bayinya harus di susui oleh ibunya.

“Tetapi saya legowo apa yang dikatakan mereka di media sosial, yang terpenting pihak rumah sakit sudah memberikan yang terbaik untuk pasien sehingga ibu dan bayinya selamat serta persalinannya normal,” jelasnya.

Saya berharap masyarakat dapat memahami, jika mau melahirkan daftarkan dulu bayi yang ada dalam kandungan di usia kandungan 7 bulan ke atas, agar pas melahirkan bayi tersebut sudah dijamin oleh BPJS.

“Kemudian masyarakat jangan mengabaikan kelengkapan kependudukan seperti KTP, KK, Surat Nikah dan Akte Lahir. Ini hal sepele tapi sangat penting,” pungkasnya.

(Dewa)

Tinggalkan Balasan