Parah !!! Oknum PT. Patra Drilling Contraktor Diduga Melakukan Penitipan Ganti Rugi Lahan, Tanaman, dan Rumah Warga

Spread the love

Siak, Kandis, NR,- 25 April 2021. PT. PDC adalah anak usaha perusahaan  pertamina Drilling Sevice Indonesia (PDSI). yang bergerak di bidang pekerjaan pergantian pipa hilir di blok Rokan. PDC ditunjuk PT. PERTAMINA GAS (PERTAGAS) sebagai kontraktor pelaksana penggantian pipa yang mengalirkan minyak hasil produksi Blok Rokan menghubungkan beberapa lapangan, yakni Minas- Duri- Dumai dan Batam- Bangko-Dumai, sepanjang 370 km dan akan dibangun di bawah tanah.

Akibat adanya proyek penanaman pipa oleh PT. PDC, maka banyak tanah, tanaman, dan rumah warga yang berada di Kecamatan Kandis, Siak terdampak rusak. Memang semua yang rusak diganti rugi oleh PT. PDC, namun ganti rugi beragam jumlahnya. Permainan ganti rugi yang dilakukan oleh oknum PT. PDC yaitu Dikki adalah bila tanah warga yang kena dalam areal penanaman pipa, maka Dikki menitipkan harga yang tinggi kepada warga, bila sudah cair melalui rekening yang sudah ditentukan oleh pihak PT. PDC, maka Dikki meminta kepada warga, bila rumah kena areal penanaman pipa yang tadinya hanya teras rumah, maka Dikki membuat perhitungan menjadi permanen sehingga PDC membayar dengan harga permanen. Lalu Dikki menemui warga dan meminta bagian dari uang yang telah dicairkan oleh PDC kepada warga, kalau tanaman jumlah tanaman ditambahkan, lalu setelah pencairan Dikki meminta bagian dari warga. Dikki dan Rt Setempat selalu bekerjasama dalam hal mengutip uang dari warga setelah pencairan dari bank,” Ungkap dari beberapa warga yang tidak mau dimuat dalam pemberitaan.

Salah satu warga di Gelombang bermarga Siahaan adalah salah satu warga yang terkena dampak pemasangan pipa diatas lahan, tanaman, dan bangunan, dengan mencapai Rp. 80jt, namun Dikki diduga meminta Rp. 35jt kepada siahaan, akibat banyaknya yang diminta oleh Dikki, maka Siahaan menghubungi pihak media dan membeberkan masalah yang dia hadapi saat ini. Saya tidak tahu lagi bagaimana mengatasi ini, lahan saya, tanaman, dan rumah saya sudah terkena dampak dari proyek penanaman pipa, kalau dihitung hitung secara materi, uang yang 80 jt ini tidak seberapa dibandingkan manfaat tanah dan tanaman saya ini, kok tega pak Dikki meminta uang kepada kami 35 jt sebagai ucapan terimakasih kami padanya yang telah membantu kami. Memang sebelumnya kami sudah ada kesepakatan, namun pak Dikki menekankan harus memberi dengan keaepakatan sebelumnya katanya dalam pembayaran ganti rugi,” cetus Siahaan kepada awak media.

Tidak jauh dari rumah Siahaan ada seorang warga perempuan yang sudah janda, juga terdampak pemasangan pipa dan teras rumahnya dibayar oleh PT. PDC dengan jumlah Rp. 18.jt, namun saya harus mengeluarkan uang sebesar 1.5 jt diduga sebagai pelicin melalui Rt Tobing atas kerjasama dengan pak Dikki,” ujar seorang janda yang tidak mau namanya dimuat. 

Hingga berita ini diterbitkan kami masih berupaya mengkonfirmasi pihak terkait.

Bersambung !!!

Jonsen Tampubolon

Berita Sebelumnya