Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Harwan Muldidarmawan Paparkan Peran Compliance dan Ethics sebagai Kunci Keberlanjutan Organisasi di Universitas Gadjah Mada

badge-check


					Harwan Muldidarmawan Paparkan Peran Compliance dan Ethics sebagai Kunci Keberlanjutan Organisasi di Universitas Gadjah Mada Perbesar

YOGYAKARTA – Penerapan compliance dan ethics yang berjalan secara terintegrasi

menjadi fondasi utama dalam membangun tata kelola perusahaan yang baik (good

corporate governance) serta mendorong keberlanjutan organisasi dalam jangka

panjang. Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Jasa Raharja, Harwan Muldidarmawan, dalam kuliah tamu pada mata kuliah Business Ethics for Sustainability untuk kelas MBA/IMBA Angkatan 87, Program Studi Master of Business Administration Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada

(MBA FEB UGM).

 

Agenda tersebut diselenggarakan di Faculty Meeting Room (FMR)

MBA FEB UGM Kampus Yogyakarta, pada (31/03/2026).

 

Dalam pemaparannya, Harwan menyampaikan bahwa penerapan prinsip etika bisnis

dan kepatuhan tidak hanya berhenti pada pemenuhan aspek regulatif, tetapi juga

terintegrasi dalam proses bisnis dan pengambilan keputusan di seluruh lini organisasi.

Pendekatan ini turut diperkuat melalui pengelolaan risiko yang terukur serta pembangunan budaya perusahaan yang menjunjung tinggi integritas dan akuntabilitas.

“Kepatuhan terhadap regulasi yang dijalankan dengan penuh amanah, disertai strategi manajemen yang tepat, tidak hanya memastikan operasional perusahaan berjalan sesuai ketentuan, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik sebagai aset

utama perusahaan,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Harwan menekankan bahwa bagi perusahaan yang bergerak di sektor layanan publik, keberhasilan dalam menjaga keseimbangan antara kepatuhan, etika,

dan kinerja menjadi kunci dalam menghadirkan layanan yang berkelanjutan. “Selain

itu juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” tambahnya.

 

Dalam penyampaiannya, Harwan juga memaparkan bahwa PT Jasa Raharja menempatkan etika sebagai fondasi utama dalam seluruh kerangka Governance, Risk, and Compliance (GRC), tidak hanya sebagai pemenuhan aturan, tetapi sebagai kompas moral dalam setiap pengambilan keputusan. Hal ini diwujudkan melalui penerapan Code of Conduct, penguatan budaya integritas dengan prinsip zero tolerance to fraud, serta integrasi etika dalam proses bisnis, layanan, dan pengelolaan risiko. Pendekatan ini juga didukung oleh sistem digital seperti ekosistem GRC dan JRCare yang menjamin transparansi, akuntabilitas, serta kecepatan layanan kepada masyarakat. Sebagai perusahaan yang mengemban amanah publik, Jasa Raharja

memastikan bahwa setiap pengelolaan dana dan pelayanan santunan dilakukan secara adil, inklusif, dan bertanggung jawab, sehingga mampu membangun

kepercayaan publik dan menjaga keberlanjutan layanan secara jangka panjang. Hal

ini dibuktikan dengan kinerja keuangan Perusahaan yang solid, bahkan saat menghadapi pandemi Covid-19, dan pengakuan publik yang tercermin melalui

berbagai penghargaan di tingkat nasional maupun internasional yang diterima MBA FEB UGM Kampus Yogyakarta, Prof. Amin Wibowo, Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Harwan Muldidarmawan.

 

Ia menyampaikan bahwa kehadiran praktisi dalam perkuliahan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh first-hand experience terkait implementasi Business Ethics for Sustainability di dunia industri. “Terima kasih atas

perkenanan Bapak Harwan hadir dan mengisi kelas kali ini, menjadi bekal penting bagi

Mahasiswa UGM karena berkesempatan untuk bertemu dalam satu forum Business

Ethics for Sustainability, di mana mahasiswa dapat belajar secara langsung dari

praktik yang dilakukan oleh Jasa Raharja,” ujar beliau.

 

Lebih lanjut, Prof. Amin menegaskan bahwa kolaborasi antara akademisi dan praktisi

menjadi nilai tambah dalam proses pembelajaran di MBA FEB UGM. Menurutnya,

program MBA tidak hanya membekali mahasiswa dengan pemahaman konseptual,

tetapi juga menghadirkan perspektif praktik nyata melalui kehadiran para profesional

sebagai guest lecturer.

 

Hal ini memungkinkan mahasiswa untuk memperoleh

pemahaman yang lebih komprehensif, tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga dari

pengalaman langsung di dunia kerja yang selama ini tidak selalu dapat diperoleh di

ruang kelas.

 

Kegiatan kuliah tamu yang dimoderatori oleh dosen FEB UGM, Wuri Handayani, S.E.,

Ak., M.Si., M.A., Ph.D., ini diikuti 57 peserta. Turut hadir Guru Besar FEB uGM, Prof.

Eko Suwardi, MSc., Ph.D. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan partisipasi

aktif mahasiswa. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui berbagai

pertanyaan dan diskusi kritis yang mengulas isu-isu etika bisnis dan keberlanjutan,

baik dari perspektif konseptual maupun praktik di lapangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PGRI Way Kanan Raih Penghargaan Nasional, Bukti Komitmen Guru Bangun Pendidikan Berkualitas

17 April 2026 - 14:07 WIB

Polres Way Kanan Sambangi Pos Kamling Ajak Warga Aktif Jaga Kamtibmas

17 April 2026 - 14:05 WIB

Pererat Sinergi dengan Masyarakat, Polsek Umpu Semenguk Gelar Apel Sabuk Kamtibmas

17 April 2026 - 14:02 WIB

Gubernur Akmil Mayjen TNI Rano Tilaar Sambut Peserta Retreat KPPD 2026 Perkuat Sinergi Kepemimpinan Daerah

17 April 2026 - 14:00 WIB

Ringkasan Kegiatan: Aksi Jumat Berkah Brimob Kalteng

17 April 2026 - 13:59 WIB

Trending di News