Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Fenomena Pejabat Mendadak Hilang Sinyal

badge-check


					Fenomena Pejabat Mendadak Hilang Sinyal Perbesar

KARAWANG, NR– Fenomena pejabat yang mendadak “hilang sinyal” saat dikonfirmasi wartawan akhirnya mendapat sorotan langsung dari Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh.

 

Dalam apel pagi ASN di lingkungan Pemkab Karawang, Senin (8/6/2026), Aep secara terbuka mengingatkan seluruh Kepala Dinas, Kepala Bidang, hingga jajaran birokrasi agar tidak lagi menghindari awak media ketika dimintai keterangan terkait program maupun persoalan yang menjadi perhatian publik.

 

Pernyataan itu dianggap sebagai teguran keras terhadap sejumlah pejabat yang selama ini kerap dikeluhkan wartawan karena sulit dihubungi, lamban merespons konfirmasi, bahkan terkesan menutup diri saat menghadapi isu sensitif.

 

“Sampaikan saja kalau ada yang susah dihubungi. Kita harus saling bertukar informasi dengan teman-teman awak media,” tegas Aep.

 

Instruksi tersebut bukan sekedar soal etika komunikasi, melainkan menyangkut hak masyarakat untuk mendapatkan informasi. Sebab, setiap program pemerintah dibiayai uang rakyat dan hasilnya wajib diketahui publik secara transparan.

 

Selama ini, praktik “lempar sana lempar sini” antar bidang, alasan klasik “sedang rapat”, hingga konfirmasi yang berhari-hari tak dijawab menjadi keluhan yang sering muncul di kalangan jurnalis. Kondisi tersebut tidak jarang memicu munculnya informasi yang simpang siur karena minimnya penjelasan resmi dari pihak terkait.

 

Aep menegaskan media merupakan mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat. Karena itu, para pejabat diminta lebih responsif dan tidak menganggap konfirmasi wartawan sebagai gangguan.

 

Pernyataan orang nomor satu di Karawang ini sekaligus menjadi sinyal bahwa budaya birokrasi tertutup tidak lagi mendapat ruang di era keterbukaan informasi publik.

 

Namun pertanyaan besarnya, apakah instruksi tersebut benar-benar akan dijalankan?

 

Publik tentu masih menunggu pembuktian di lapangan. Sebab selama ini tidak sedikit pejabat yang terlihat ramah di forum resmi, tetapi berubah sulit diakses ketika ditanya soal persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat.

 

Kini sorotan tertuju kepada para Kepala Dinas dan Kepala Bidang di Karawang. Apakah mereka siap membuka ruang komunikasi yang sehat dengan media, atau instruksi Bupati Aep hanya akan menjadi seremonial apel pagi yang segera dilupakan?

 

Karena pada akhirnya, transparansi bukan diukur dari pidato, melainkan dari keberanian pejabat menjawab telepon dan memberikan penjelasan kepada publik ketika dibutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Urus Perizinan: Camat Parenggean Sosialisasikan Penghentian Sementara Tambang Emas di Desa Barunang Miri

9 Juni 2026 - 02:17 WIB

DPR-K Aceh Tamiang terima hasil pansus LKPJ Bupati tahun 2025

9 Juni 2026 - 02:11 WIB

Securing Permits: Parenggean Sub-District Head Socializes Temporary Suspension of Gold Mining in Barunang Miri Village

8 Juni 2026 - 17:27 WIB

Putra Daerah Way Kanan Dr. Syarpani Resmi Jabat Kalapas Kelas I Cipinang

8 Juni 2026 - 15:25 WIB

Bersihkan Badan Jalan, Ketua TMI Way Kanan Bersama Babinsa dan Warga Dua Kecamatan Kompak Gotong Royong

8 Juni 2026 - 15:23 WIB

Trending di News