Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Wali Kota Ajak Ulama Jadikan Pilah Sampah sebagai Amal Sehari-hari

badge-check


					Wali Kota Ajak Ulama Jadikan Pilah Sampah sebagai Amal Sehari-hari Perbesar

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan penyelesaian persoalan sampah tidak cukup hanya mengandalkan teknologi dan sistem pengelolaan. Menurutnya, kunci utama ada pada edukasi berkelanjutan yang menyentuh kesadaran masyarakat hingga ke akar, termasuk melalui pendekatan spiritual dan sosial.

Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara Silaturahmi Bulanan Pengurus Cabang Nahdatul Ulama Kota Bandung, di Pendopo Kota Bandung, Kamis, 8 Januari 2026.

“Edukasi itu bagian dari ikhtiar kita. Saya yakin pendekatan spiritual dan sosial sangat penting untuk membangun kesadaran memilah sampah,” ujar Farhan.

Farhan secara khusus mengajak para alim ulama, kiai, pimpinan pondok pesantren, hingga pengurus masjid untuk ikut ambil peran aktif dalam menyampaikan pesan pilah sampah kepada masyatakat. Menurutnya, lingkungan keagamaan memiliki kekuatan besar dalam membentuk kebiasaan dan karakter masyarakat.

Ia menilai, santri dan jemaah masjid dapat menjadi agen perubahan melalui pembelajaran langsung, mulai dari memilah sampah hingga mengolah sampah organik dalam kehidupan sehari-hari.

“Para santri bisa belajar mengolah sampah, terutama sampah organik. Para pengurus masjid juga bisa menyampaikan pesan sederhana tapi penting, jangan lupa pilah sampah, karena sampah hari ini harus habis hari ini,” katanya.

Farhan menyinggung slogan “buanglah sampah pada tempatnya” bukanlah kebiasaan yang terbentuk dalam waktu singkat. Butuh puluhan tahun pendidikan dan pengulangan agar pesan tersebut tertanam di masyarakat. Kini, menurutnya Bandung perlu melangkah lebih jauh.

“Sekarang bukan hanya buang sampah pada tempatnya. Tapi dipilah dulu, dipilah dulu. Ini harus terus diajarkan,” katanya.

Edukasi pilah sampah, lanjut Farhan, harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari santri, siswa TPQ, jemaah majelis taklim, hingga masyarakat umum.

Ia berharap nilai-nilai kepedulian lingkungan dapat tumbuh seiring dengan nilai keagamaan dan sosial.

“Karena itu saya sangat mengharapkan bantuan para kiai, ulama, ustaz dan ustazah untuk menyampaikan pesan ini. Kalau kesadaran sudah tumbuh pengelolaan sampah akan jauh lebih mudah,” harapnya. (kyy)**

Baca Lainnya

Polsek Kandis Gelar Panen Raya Jagung Dukung Program Presiden RI Wujudkan Ketahanan Pangan

9 Januari 2026 - 11:42 WIB

Angka Kemiskinan Menurun, Jumlah Penerima Bansos di Kota Bandung Berkurang

9 Januari 2026 - 10:55 WIB

Kapolres Purbalingga Pimpin Apel Terakhir Sebelum Pindah Tugas

9 Januari 2026 - 08:05 WIB

Permasalahan Penerbitan Kartu Keluarga di Dukcapil Kotim

9 Januari 2026 - 06:14 WIB

Transformasi Arsitektur Perpajakan Nasional: Kodifikasi Hukum Melalui Omnibus Law Penerimaan Negara dan Strategi Implementasi Badan Penerimaan Negara

9 Januari 2026 - 05:20 WIB

Trending di News