Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Bandung Berseni Ekonomi Berlari, 20 Juta Wisatawan Berkunjung Sepanjang 2025

badge-check


					Bandung Berseni Ekonomi Berlari, 20 Juta Wisatawan Berkunjung Sepanjang 2025 Perbesar

Kota Bandung terus menegaskan posisinya sebagai kota seni dan kreativitas yang berdampak nyata pada pertumbuhan ekonomi. Sepanjang tahun 2025, Kota Bandung berhasil menarik hampir 20 juta pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia melalui beragam event, mulai dari pertunjukan seni, seminar, kegiatan ilmiah, hingga ajang olahraga.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan saat memberikan sambutan pada acara Drama Musical Gebyar Santa Angela dalam rangka Hari Raya Santa Angela dan ulang tahun ke-120 Santa Angela Bandung di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Sabtu 24 Januari 2026.

“Berbagai event ini membuat ekonomi Kota Bandung bergerak dengan cepat. Kita berharap laporan BPS segera keluar dengan kabar baik, mulai dari penurunan angka kemiskinan, turunnya tingkat pengangguran terbuka, hingga pertumbuhan ekonomi yang bisa menembus di atas lima persen,” kata Farhan.

Ia menjelaskan, meski secara persentase terlihat kecil, pertumbuhan ekonomi tersebut akan berdampak besar jika dikalikan dengan nilai ekonomi Kota Bandung yang mencapai ratusan triliun rupiah.

Farhan mengangkat isu ekonomi di tengah acara pertunjukan seni bukan tanpa alasan. Menurutnya, Bandung adalah kota seni dan daya tarik utama yang membuat jutaan orang datang adalah “vibe seni” yang khas.

“Orang datang ke Bandung ingin merasakan suasana seninya,” ucapnya.

Ia menyebut ada dua faktor utama yang membentuk vibe tersebut. Pertama, anugerah alam berupa cuaca Bandung yang sejuk dan nyaman untuk beraktivitas.

“Udara Bandung membuat orang betah apalagi dengan hujan dan angin sepoi-sepoi seperti sekarang,” ujarnya.

Kedua adalah kekuatan seni dan kreativitas warganya, yang tumbuh dari nilai keberagaman.

“Kreativitas tumbuh karena kita menjaga cinta pada bumi, kemanusiaan dan keanekaragaman. Di Bandung tidak boleh ada keseragaman, yang ada adalah keberagaman,” tuturnya.

Menurutnya, keberagaman inilah yang memicu keberanian berekspresi dan melahirkan kreativitas anak-anak Bandung secara alami dan organik.

Ia juga menekankan pentingnya ruang-ruang ekspresi, terutama panggung seni, sebagai tempat awal anak-anak belajar mengekspresikan diri.

Farhan pun berbagi pengalaman pribadinya yang sejak kecil sudah akrab dengan panggung seni, hingga akhirnya membentuk jalan hidupnya.

“Walaupun di tengah kesibukan, saya tetap memaksakan hadir di sini, karena seni adalah bagian dari hidup dan identitas Kota Bandung,” tutupnya. (kyy)**

Baca Lainnya

ANTISIPASI GANGGUAN KEAMANAN POLSEK KAPUAS HULU OPTIMALKAN JAGA MAKO MALAM

7 Mei 2026 - 14:33 WIB

POLSEK KAPUAS HULU SIAGA JAGA MAKO MALAM HARI ANTISIPASI GANGGUAN KEAMANAN

7 Mei 2026 - 14:29 WIB

Harapan Delapan Orang Warga Karawang Berubah Menjadi Kenyataan Pahit Praktik TPPO

7 Mei 2026 - 14:04 WIB

BHABINKAMTIBMAS PANIMBARAYA NGOPI BARENG WARNAI SILATURAHMI

7 Mei 2026 - 10:52 WIB

SATLANTAS POLRES SERUYAN TINJAU RISK ASSESMENT LATIHAN BALAP ATLET PORPROV

7 Mei 2026 - 10:46 WIB

Trending di News