Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Farhan Tegaskan Sampah Harus Ditangani Terintegrasi

badge-check


					Farhan Tegaskan Sampah Harus Ditangani Terintegrasi Perbesar

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan, pengelolaan sampah di Kota Bandung tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi, terencana dan berkelanjutan.

Penegasan tersebut disampaikannya saat Siskamling Siaga Bencana ke-79 di Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Rabu 28 Januari 2026.

Farhan secara khusus mengevaluasi pelaksanaan Program Gerakan Atasi Sampah atau Gerakan Sampah Kelar di Wilayah (Gaslah) yang telah berjalan di tingkat RW. Ia menekankan pentingnya memastikan efektivitas program, tidak hanya di atas kertas, tetapi juga dalam praktik di lapangan.

“Saya ingin memastikan Gaslah ini betul-betul berjalan efektif, bukan sekadar ada kegiatannya tapi jelas ujungnya,” tutur Farhan.

Menanggapi laporan para ketua RW terkait kendala sumber daya manusia dan perizinan seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), Farhan mengapresiasi komitmen warga yang tetap menjalankan program meski dengan keterbatasan.

“Saya apresiasi para RW dan warga. Di tengah keterbatasan SDM dan administrasi, program-program kota tetap dijalankan,” ujarnya.

Terkait kebutuhan kantor RW sebagai pusat koordinasi, Farhan menyatakan Pemerintah Kota Bandung terbuka untuk mencari solusi yang memungkinkan, termasuk pengadaan lahan agar dapat menjadi aset milik kota.

“Nanti akan kita lihat kemungkinan pengadaan lahan, supaya bisa menjadi aset kota dan mendukung kerja-kerja kewilayahan,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga memberikan peringatan tegas terkait pengajuan bantuan mesin pengolahan sampah. Ia menekankan bantuan tidak boleh berdiri sendiri tanpa kesiapan sarana pendukung.

“Jangan sampai mesinnya sudah ada, tapi tempatnya tidak memadai. Ini sudah terjadi di beberapa lokasi dan itu tidak boleh terulang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Farhan menyoroti pentingnya sistem matrikulasi pengelolaan sampah, agar distribusi sampah organik antarwilayah menjadi jelas dan terukur.

“Kita perlu sistem matrikulasi. Sampah organik dari tiap RW harus jelas dialirkan ke mana supaya pengelolaannya terkoordinasi dan berkelanjutan,” pungkasnya. (kyy)**

Baca Lainnya

Piket Polsek kapuas tengah Rutin lakukan imbauan larangan karhutla kepada masyarakat.

30 Januari 2026 - 16:09 WIB

Berikan Imbauan kantibmas kepada warga di lakukan personil Polsek Kapuas Tengah.

30 Januari 2026 - 16:05 WIB

Giat Personil polsek lakuakan rutin Patroli ke pasar harian Pujon desa Pujon.

30 Januari 2026 - 16:01 WIB

Bupati Magetan Resmi Lantik Budi Andriana Sebagai Camat Sidorejo

30 Januari 2026 - 11:57 WIB

POLSEK KAPUAS HULU SOSIALISASIKAN BAHAYA LAHGUN NARKOBA DORONG PARTISIPASI AKTIF WARGA BERANTAS PEREDARANNYA

30 Januari 2026 - 11:26 WIB

Trending di News