Labusel. Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, melaksanakan silaturahmi sekaligus koordinasi dengan Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Sumatera Utara, Paula Henry Simatupang, di Kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol No. 22, Medan, Jumat (30/1/2026).
Silaturahmi ini bukan sekadar kunjungan formal, tetapi menjadi ruang dialog terbuka dan konstruktif antara Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan dengan BPK RI, khususnya dalam rangka koordinasi dan konsultasi penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Labuhanbatu Selatan Tahun 2026, serta pembahasan tindak lanjut atas temuan dan rekomendasi BPK.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Fery Sahputra Simatupang menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan untuk terus memperkuat tata kelola keuangan daerah yang akuntabel, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Menurutnya, peran BPK tidak hanya sebagai lembaga pemeriksa, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun sistem pengelolaan keuangan yang semakin baik.
“Kami memandang setiap masukan dan rekomendasi dari BPK sebagai bagian penting dalam proses perbaikan berkelanjutan. Tujuannya satu, agar pengelolaan keuangan daerah benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Bupati.
Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Sumatera Utara, Paula Henry Simatupang, menyambut baik langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan dalam melakukan koordinasi sejak dini.
Dalam Pertemuan tersebut turut hadir Sekretaris Daerah M. Reza Pahlevi Nasution, Inspektur Sofyan, Kepala BKAD Imron Rohsadi, Kepala Dinas PUPR Safii, Kepala Bappedalitbang Kamaludin, serta Plt. Kepala Dinas Pendidikan Zulpan Hamsar.
Melalui silaturahmi dan koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan menegaskan keseriusannya dalam membangun pemerintahan yang bersih, tertib administrasi, dan berorientasi pada hasil, sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan dipercaya publik.(Arofao Harefa)












