Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

Uncategorized

Awal Tahun Deflasi, Wali Kota: Stabilitas Harga dan Daya Beli Warga Terjaga

badge-check


					Awal Tahun Deflasi, Wali Kota: Stabilitas Harga dan Daya Beli Warga Terjaga Perbesar

Kota Bandung mengawali tahun 2026 dengan kondisi ekonomi yang relatif stabil. Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Bandung mengalami deflasi sebesar 0,09 persen secara month to month pada Januari 2026, sama dengan capaian Provinsi Jawa Barat.

Capaian ini menjadi indikator positif terjaganya keseimbangan antara pasokan dan permintaan barang kebutuhan pokok di masyarakat.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan, deflasi tersebut mencerminkan keberhasilan pengendalian harga, khususnya pada kelompok bahan pangan strategis yang sangat memengaruhi pengeluaran rumah tangga.

“Kami mencermati data BPS dengan serius. Deflasi Januari ini merupakan kabar baik karena menunjukkan harga kebutuhan pokok relatif terkendali. Ini berarti pasokan pangan berjalan lancar dan daya beli masyarakat Kota Bandung tetap terjaga,” ujar Farhan pada Selasa, 3 Februari 2026.

Deflasi Januari 2026 terutama disebabkan oleh penurunan harga sejumlah komoditas bahan makanan. Di antaranya cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, telur ayam ras, wortel, dan bawang merah. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau tercatat mengalami deflasi 0,83 persen, dengan andil deflasi sebesar 0,25 persen terhadap deflasi total.

Namun demikian, secara year on year, Kota Bandung masih mencatat inflasi sebesar 3,52 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang berada di angka 3,55 persen.

Inflasi tahunan ini terutama dipengaruhi oleh kenaikan tarif listrik serta harga emas perhiasan.

“Inflasi tahunan masih berada dalam rentang yang terkendali dan wajar. Pemerintah Kota Bandung terus berkoordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta instansi terkait agar stabilitas harga tetap terjaga, terutama menjelang periode-periode dengan potensi lonjakan permintaan,” jelasnya.

Farhan menuturkan, data BPS menjadi rujukan utama Pemkot Bandung dalam menyusun kebijakan ekonomi daerah.

Berbagai langkah pengendalian inflasi terus dilakukan, mulai dari pemantauan harga di pasar tradisional, penguatan distribusi pangan, hingga intervensi pasar apabila terjadi gejolak harga.

“Kebijakan harus berbasis data. Karena itu, kami menjadikan rilis BPS sebagai dasar pengambilan keputusan agar setiap langkah yang diambil benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ungkap Farhan. (ziz)**

Baca Lainnya

ANTISIPASI GANGGUAN KEAMANAN POLSEK KAPUAS HULU OPTIMALKAN JAGA MAKO MALAM

7 Mei 2026 - 14:33 WIB

POLSEK KAPUAS HULU SIAGA JAGA MAKO MALAM HARI ANTISIPASI GANGGUAN KEAMANAN

7 Mei 2026 - 14:29 WIB

Patroli R4 Anggota Polsek Kapuas Murung Kunjungi Spbu Berikan Himbauan Kepada Masyarakat

7 Mei 2026 - 13:54 WIB

Personel Polsek Kapuas Murung Laksanakan Giat Rutin Cek Situasi Pelabuhan Fery Penyebrangan Di Kelurahan Palingkau Baru

7 Mei 2026 - 13:48 WIB

POLSEK KAPUAS MURUNG KEMBALI INGATKAN WARGA: TAMBANG ILEGAL & MERKURI DIANCAM DENDA RP100 MILIAR

7 Mei 2026 - 13:38 WIB

Trending di Uncategorized