Karawang, NR — Suasana Aula Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang tampak lebih sibuk dari biasanya, Selasa (03/03/2026). Para kepala perangkat daerah, camat, hingga pejabat teknis duduk berdampingan, menyimak arahan pimpinan daerah. Pertemuan itu bukan sekadar rapat rutin, melainkan momentum penguatan arah kebijakan pembangunan Karawang ke depan.
Pemerintah Kabupaten Karawang terus memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas perangkat daerah melalui koordinasi strategis, guna memastikan setiap program berjalan selaras dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Sekretaris Daerah Karawang dalam arahannya menekankan pentingnya pelaksanaan Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai komitmen bersama menciptakan lingkungan yang tertata, bersih, dan nyaman. Gerakan ini sejalan dengan arahan Presiden dalam Rakornas 2026.
Salah satu perhatian utama adalah penataan kabel udara yang dinilai semrawut dan berpotensi membahayakan keselamatan warga serta mengganggu estetika kota.
“Lingkungan yang bersih dan rapi bukan hanya soal keindahan, tapi juga keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” tegas Sekda.
Ia menambahkan, Bupati Karawang telah lebih dahulu memberi contoh konkret melalui penanganan gentengnisasi, pengelolaan sampah, hingga penataan kabel. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta memperkuat koordinasi, khususnya antara Dinas Lingkungan Hidup, Bappeda, Bapenda, Satpol PP, dan DPMPTSP, termasuk dalam penataan baliho dan reklame agar lebih tertib.
Sementara itu, Wakil Bupati Karawang H. Maslani menyoroti peran camat sebagai ujung tombak pemerintahan di wilayah.
Menurutnya, camat merupakan garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan warga, sehingga setiap persoalan di lapangan harus direspons cepat dan solutif.
“Jangan sampai keluhan masyarakat berlarut. Camat harus hadir dan sigap,” ujarnya.
Dalam arahannya, Bupati Karawang mengingatkan bahwa berbagai capaian pembangunan yang telah diraih selama ini harus menjadi modal semangat untuk meningkatkan kinerja. Ia juga menyampaikan hasil Rakornas yang menekankan pentingnya keberanian pemimpin dalam mengambil kebijakan atau policy demi kepentingan masyarakat luas.
Bupati mengajak seluruh jajaran bekerja profesional, penuh kehati-hatian, dan bertanggung jawab demi mewujudkan Karawang sebagai daerah yang maju, modern, dan kuat secara ekonomi.
Di sisi lain, penguatan tata kelola keuangan juga menjadi perhatian. Kepala BPKAD Karawang menyampaikan posisi Uang Persediaan (UP) telah tersalurkan sebesar Rp15,9 miliar untuk mendukung operasional pemerintahan dan pelayanan publik.
Pemkab Karawang pun menargetkan kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dengan memastikan kelengkapan SPJ dan laporan keuangan yang tercatat rapi. Pada awal bulan, laporan keuangan akan diserahkan ke Inspektorat untuk dilakukan reviu sebelum pemeriksaan lebih lanjut.
Melalui koordinasi yang semakin solid, pemerintah berharap setiap kebijakan tak hanya berhenti di meja rapat, tetapi benar-benar terasa manfaatnya oleh masyarakat, mulai dari lingkungan yang lebih bersih, pelayanan yang cepat, hingga pengelolaan keuangan yang transparan.












