Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Penghijauan dan Sumur Resapan Jadi Fokus Mitigasi Banjir Bandung

badge-check


					Penghijauan dan Sumur Resapan Jadi Fokus Mitigasi Banjir Bandung Perbesar

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung menggeser fokus strategi mitigasi bencana banjir dan longsor. Jika selama ini banjir kerap dipahami semata sebagai persoalan kapasitas aliran sungai, BPBD menilai, masalah utama justru terletak pada menurunnya daya resap air di wilayah perkotaan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi mengatakan, perubahan tata guna lahan yang masif membuat banyak kawasan kehilangan fungsi resapannya.

Kondisi ini memperbesar limpasan air hujan dan meningkatkan risiko banjir, terutama saat intensitas hujan tinggi.

“Selama ini banjir sering dikaitkan dengan kapasitas aliran sungai. Padahal yang paling mendasar adalah kapasitas resapan. Ketika resapan berkurang, potensi banjir otomatis meningkat,” kata Didi, Selasa 3 Februari 2026.

Untuk menekan risiko tersebut, BPBD mendorong penguatan mitigasi berbasis lingkungan melalui pembangunan sumur resapan, kolam retensi serta program penghijauan di sejumlah titik rawan. Langkah ini dinilai lebih berkelanjutan karena menyasar akar persoalan banjir bukan hanya gejalanya.

“Upaya mengurangi banjir harus dimulai dari memperbesar daya serap tanah. Sumur resapan, kolam retensi dan penghijauan menjadi solusi yang paling realistis. Kawasan yang hijau memiliki kemampuan resapan jauh lebih baik dibandingkan kawasan yang gundul,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengajak masyarakat dan pengembang untuk ikut berperan menjaga fungsi resapan air, baik melalui penanaman pohon di lingkungan permukiman maupun penerapan konsep bangunan ramah air.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan warga menjadi kunci dalam membangun ketahanan kota terhadap bencana hidrometeorologi.

“Mitigasi bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kesadaran kolektif untuk menjaga ruang hijau dan tidak menutup seluruh permukaan tanah dengan beton akan sangat menentukan masa depan Bandung dalam menghadapi ancaman banjir dan longsor,” tutur Didi. (kyy)**

Baca Lainnya

Harapan Delapan Orang Warga Karawang Berubah Menjadi Kenyataan Pahit Praktik TPPO

7 Mei 2026 - 14:04 WIB

BHABINKAMTIBMAS PANIMBARAYA NGOPI BARENG WARNAI SILATURAHMI

7 Mei 2026 - 10:52 WIB

SATLANTAS POLRES SERUYAN TINJAU RISK ASSESMENT LATIHAN BALAP ATLET PORPROV

7 Mei 2026 - 10:46 WIB

BHABINKAMTIBMAS SAMBANG WARGA DESA SANDUL, PERKUAT SILATURAHMI DAN DETEKSI DINI KEAMANAN

7 Mei 2026 - 10:38 WIB

Pemkot Bandung Kaji Teknologi Alternatif Pengolahan Sampah Autothermix

7 Mei 2026 - 10:30 WIB

Trending di News