Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Prof.Dr.H.Sumaryoto: Pemerintah Indonesia Mulai Meningkatkan Kesejahteraan Guru 

badge-check


					Prof.Dr.H.Sumaryoto: Pemerintah Indonesia Mulai Meningkatkan Kesejahteraan Guru  Perbesar

Jakarta – Pemerintah Indonesia saat ini sudah lebih memperhatikan kesejahteraan para guru. Rektor Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) Prof. Dr. H. Sumaryoto mengatakan kepada awak media ketika ditemui di Kampus UNINDRA Jalan Nangka Raya, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin, 1/12/2025.

 

“Pertama untuk kesejahteraan pendidikan memang sudah menjadi tekadnya Presiden, yang bicara Presiden tapi yang melaksanakan Menteri. Presiden sebagai pemimpin tertinggi pemegang kebijakan tapi yang melaksanakan Menterinya. Setahu saya perkembangan dengan kondisi perhatian terhadap pendidik itu sudah mulai berjalan dan cukup positif terutama dengan sertifikasi guru dan sebagainya,” katanya dengan semangat.

 

Termasuk guru- guru yang belum sertifikasi, sambungnya, sekarang dikejar dan dituntaskan.

“Supaya bisa menjadi guru yang profesional bersertifikasi berarti mendapat undangan profesi sebagei guru dan ini sudah berjalan. Alhamdulillah untuk tahun 2025 ini guru-guru dalam jabatan yang belum bersertifikasi sudah tuntas untuk mengikuti di kompetensi. ini semua merupakan suatu bukti bahwa anggapan orang hanya bicara saja saya kira belum tentu benar ya.maka ini menjadi suatu peringatan untuk kita kalau mendengar berita langsung ( skeptis) menganggap bahwa pemerintah tidak merasakan itu. Kita lihat dulu ya jadi kalau hal seperti ini langsung dipublish ini kan menimbulkan masalah yang menyangkut nama baik dan sebagainya,” bebernya.

 

Kemudian untuk masalah akses pemerintah Presiden Prabowo sudah jelas dengan program sekolah rakyat.

“Segala macam itu artinya memperluas akses bagi masyarakat untuk pendidikan ini walaupun mereka yang tidak mampu jadi didirikan sekolah rakyat ini memang dibentuk untuk membantu masyarakat yang memang terkena wajib belajar tapi tidak mampu untuk mendanai contoh untuk beli sepatu, beli seragam dan sebagainya. yang pemerintah hanya membebaskan sebatas dana pendidikan untuk tidak bisa ditampung di sekolah rakyat. Mereka yang tidak mampu semuanya nanti akan ditanggung oleh pemerintah. Ini suatu bukti bahwa pemerintah konsisten didalam membuat suatu kebijakan dan ucapan-ucapan itu makanya kita harus bersabar, harus menilai bahwa ini bukan perkara mudah,” urainya.

 

Prof. Dr H. Sumaryoto juga mengatakan untuk melihat perkembangannya.

“Terus seperti program yang lain ya kita dukung dalam artian sambil kita lihat bagaimana perkembangannya sehingga nanti pada suatu ketika apa yang diharapkan oleh pemerintah maupun masyarakat bisa terwujud walaupun memang tidak sempurna karena namanya manusia,” tuturnya kepada awak media.

 

Beliau juga mengatakan harapannya.

“Harus optimis apalagi ini yang saya benar-benar luar biasanya. Tekad memberantas korupsi ini tidak main-main jadi selama ini Presiden belum berani membuat ucapan seperti itu ya karena memang beliau ini tidak punya visi apa-apa. Sebagai pemimpin Presiden ya betul-betul dicurahkan untuk memajukan bangsa Indonesia melalui peningkatan setara masyarakat dan sebagainya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Piket polsek lakukan Patroli ke pasar harian Pujon desa Pujon.

8 Mei 2026 - 14:19 WIB

Piket Polsek Kapuas Tengah laksanakan PAM shalat Jum’at di masjid Al Furqon Pujon.

8 Mei 2026 - 14:16 WIB

Piket Polsek kapuas tengah Rutin lakukan imbauan larangan karhutla kepada masyarakat.

8 Mei 2026 - 14:13 WIB

Giat Berikan Imbauan kepada warga masyarakat rutin oleh piket Polsek Kapuas Tengah.

8 Mei 2026 - 14:10 WIB

Personil Polsek kapuas tengah laksanakan Patroli Rutin ke bank BRI unit Pujon.

8 Mei 2026 - 14:06 WIB

Trending di News