Tangerang Selatan, nuansarealitanews.com – Di tengah duka yang masih menyelimuti Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, secercah harapan kembali membubung tinggi.

Semangat gotong royong yang menjadi jati diri bangsa kembali menjadi pilar utama. Hari ini, Polri kembali memberangkatkan gelombang masif bantuan kemanusiaan, sebuah manifestasi nyata dari ikatan batin yang tak terpisahkan antara seluruh rakyat Indonesia. Senin, 08/12/2025.
Aksi Lintas-Provinsi: Menggapai Mereka yang Paling Membutuhkan
Truk-truk bantuan melaju penuh harapan menuju episentrum bencana, khususnya ke wilayah yang masih berjuang keras: Padang Pariaman, Agam, dan Pesisir Selatan. Bantuan logistik yang tak ternilai harganya ini juga merangkul saudara-saudara kita di Aceh dan Medan, membawa kehangatan di tengah tenda-tenda pengungsian bagi ribuan jiwa.
“Kami menyaksikan kebesaran hati seluruh masyarakat Indonesia.
Apresiasi mendalam kami sampaikan atas gotong royong luar biasa ini,” ujar Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., dengan nada haru. Ia menjamin, Polri akan menjadi jembatan yang menghubungkan hati para donatur dengan penerima, memastikan setiap tetes kepedulian tersalurkan secara cepat dan tepat sasaran.
Panggilan Hati: Polri membuka pintu seluas-luasnya bagi setiap individu, komunitas, dan lembaga kemanusiaan untuk menyalurkan bantuannya melalui Posko Bantuan Terpusat di Lanud Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Untuk kemudahan koordinasi, silakan hubungi Call Center Posko Bantuan Terpusat: +628113864906.
Solidaritas tidak hanya menyentuh masyarakat, tetapi juga memperkuat barisan penolong. Setelah peninjauan langsung oleh Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., bantuan logistik untuk pemulihan pelayanan kepolisian tiba di Polres Aceh Tamiang.
Pengiriman yang penuh tantangan, dikawal ketat oleh Lantas dan Satbrimob Polda Sumut, membawa:
61 koli perlengkapan Kapor (Pakaian dan Perlengkapan Perorangan Polri).
20 unit motor KLX untuk aksesibilitas di medan sulit.
Bahan bakar, helm, genset, hingga Randurlap (kendaraan dapur lapangan) elektrik.
Seluruh perlengkapan ini diterima dengan lega, menjadi suntikan moral dan operasional yang sangat dibutuhkan.
Kehangatan yang Terus Mengalir
Di saat yang sama, aliran bantuan kemanusiaan untuk masyarakat tak pernah putus: ±32 ton beras, ratusan dus kebutuhan pangan, dan dukungan tulus dari Alumni Akpol ’90.
Polri menegaskan komitmennya untuk terus hadir di setiap langkah pemulihan. “Kami akan memastikan proses pemulihan berjalan cepat, terkoordinasi, dan menyeluruh. Ini bukan hanya tugas, ini adalah ikrar janji kami kepada bangsa,” tutup Brigjen Pol. Trunoyudo.
Solidaritas yang terjalin saat ini bukan sekadar bantuan material, melainkan sebuah pesan kuat: tidak ada satu pun saudara kita yang sendirian menghadapi bencana ini.
(SAS NR)
Bidhumas Polri












