Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Perkuat Pengawasan, Pemkot Bandung Terus Berupaya Mantapkan Tata Kelola

badge-check


					Perkuat Pengawasan, Pemkot Bandung Terus Berupaya Mantapkan Tata Kelola Perbesar

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain menegaskan pentingnya penguatan pengawasan dan tata kelola dalam menghadapi tantangan perkotaan yang semakin kompleks.

Mulai dari layanan publik, pengelolaan anggaran, penataan ruang, hingga pengendalian risiko kebijakan semua membutuhkan kedisiplinan dan eksekusi yang presisi.

Hal tersebut disampaikan Sekda Kota Bandung, pada kegiatan Rakor Pembinaan dan Pengawasan Pemerintah Daerah Kota Bandung yang digelar di eL Hotel, Kamis 11 Desember 2025.

Sekda menyampaikan, sejumlah indikator pembangunan Kota Bandung menunjukkan perkembangan menggembirakan. Indeks Daya Saing Daerah Kota Bandung naik menjadi 4,26 tertinggi di Jawa Barat.

“Capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) kita juga sudah mencapai 100 persen di hampir seluruh urusan,” ungkapnya.

Namun ia mengingatkan, capaian tersebut tidak boleh membuat jajaran pemerintah lengah.

“Pengawasan, pengelolaan aset, PAD, dan PBJ masih membutuhkan penguatan. Kita harus menjaga agar tata kelola tetap disiplin dan konsisten,” ujarnya.

Menurutnya, Kota Bandung dinilai memiliki modal kuat untuk berkembang mulai dari ekosistem ekonomi kreatif dan digital, SDM muda yang adaptif, hingga energi sosial masyarakatnya yang kritis dan cinta kota.

“Potensi hebat saja tidak cukup. Yang menentukan adalah presisi eksekusi. Kita sudah memasuki fase awal RPJMD 2025–2029, periode yang akan membentuk wajah kota lima tahun ke depan,” ujar Zul Salaan Akrabnya.

Ia menambahkan, bila peluang digitalisasi, bonus demografi, dan peningkatan investasi dikelola dengan integritas, Bandung tidak hanya berkembang, tetapi bisa menjadi pemimpin di tingkat nasional.

Zul menuturkan, pengawasan merupakan elemen kunci dalam memastikan pembangunan berjalan aman dan tepat sasaran.

“Pengawasan bukan alat mencari kesalahan. Pengawasan adalah mekanisme yang memastikan setiap rupiah APBD memberi manfaat kepada publik, serta menjaga integritas birokrasi,” tegasnya.

Menurutnya, pengawasan bukan hanya tugas Inspektorat, tetapi seluruh ekosistem pemerintah daerah. APIP menjadi motor penggerak, sementara perangkat daerah adalah mitra pembenahan.

“Kalau ada risiko, kita cegah. Kalau ada hambatan, kita selesaikan cepat. Kalau ada penyimpangan, kita luruskan dengan tegas,” ujarnya. (yan)**

Kepala Diskominfo Kota Bandung

 

Yayan Ahmad Brilyana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Piket polsek lakukan Patroli ke pasar harian Pujon desa Pujon.

8 Mei 2026 - 14:19 WIB

Piket Polsek Kapuas Tengah laksanakan PAM shalat Jum’at di masjid Al Furqon Pujon.

8 Mei 2026 - 14:16 WIB

Piket Polsek kapuas tengah Rutin lakukan imbauan larangan karhutla kepada masyarakat.

8 Mei 2026 - 14:13 WIB

Giat Berikan Imbauan kepada warga masyarakat rutin oleh piket Polsek Kapuas Tengah.

8 Mei 2026 - 14:10 WIB

Personil Polsek kapuas tengah laksanakan Patroli Rutin ke bank BRI unit Pujon.

8 Mei 2026 - 14:06 WIB

Trending di News