DENPASAR, BALI — Kebanggaan bagi Pulau Dewata, Mayjen TNI Putra Widiastawa, putra daerah kelahiran Singaraja, Kabupaten Buleleng, kini dipercaya mengemban amanah sebagai Panglima Kodam (Pangdam) IX/Udayana. Penunjukan ini menjadi babak baru dalam perjalanan pengabdiannya kepada bangsa dan negara, sekaligus membawa harapan bagi penguatan pertahanan, keamanan, serta kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Mayjen TNI Putra Widiastawa menggantikan Mayjen TNI Piek Budyakto yang mendapat penugasan baru sebagai Pangdam V/Brawijaya. Serah terima jabatan sejumlah Pangdam berlangsung di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Jumat (16/10/2026), dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.
Pergantian kepemimpinan tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier di lingkungan TNI Angkatan Darat. Lebih dari sekadar pergantian jabatan, momentum ini menjadi kesempatan untuk meneruskan pengabdian, meningkatkan profesionalisme prajurit, serta memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat.
Perjalanan panjang dari Singaraja
Lahir di Singaraja pada 3 April 1971, Mayjen TNI Putra Widiastawa merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1995. Ia memulai perjalanan militernya melalui kecabangan Infanteri di satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus), kemudian menjalani berbagai penugasan operasional dan menduduki sejumlah jabatan strategis.
Kariernya menjadi gambaran bahwa amanah besar tidak hadir secara instan, melainkan ditempa melalui proses panjang, kedisiplinan, pendidikan, pengalaman, dan kesediaan menjalankan tugas negara dalam berbagai situasi.
Dalam perjalanan pendidikannya, ia mengikuti pendidikan Seskoad pada 2009, Sesko TNI pada 2018, serta pendidikan Lemhannas pada 2024. Berbagai tahapan tersebut menjadi bekal dalam memperluas wawasan kepemimpinan dan kemampuan strategis untuk menghadapi tantangan pertahanan dan keamanan nasional.
Pengalaman penugasannya meliputi operasi di Timor Timur pada 1998, Ambon pada 2000, Aceh pada 2002, wilayah perbatasan RI–Papua pada 2015, serta Operasi Tinombala di Poso pada 2016.
Ia juga pernah menduduki sejumlah posisi penting, antara lain Danyonif Linud 328 Kostrad, Dandim 0911/Nunukan, Danbrigif 22/Ota Manasa, Asops Kasdam XII/Tanjungpura, Wadan Rindam XIII/Merdeka, Kapusdalops, dan Staf Khusus Kasad. Sebelum dipercaya memimpin Kodam IX/Udayana, ia menjabat sebagai Inspektur Kopassus sejak 15 Agustus 2025.
Amanah besar, tanggung jawab yang lebih luas
Sebagai Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa mengemban tanggung jawab penting dalam menjaga kesiapan pertahanan serta memperkuat pembinaan teritorial di wilayah tugasnya yang meliputi Bali dan Nusa Tenggara.
Tantangan kepemimpinan ke depan tidak hanya menuntut profesionalisme dan kesiapan prajurit, tetapi juga kemampuan membangun komunikasi, memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan Polri, serta merawat hubungan harmonis dengan masyarakat.
Di tengah dinamika sosial dan tantangan keamanan yang terus berkembang, kehadiran TNI diharapkan mampu memberikan rasa aman, menjaga persatuan, serta mendukung terciptanya lingkungan yang kondusif bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menyampaikan bahwa penunjukan Mayjen TNI Putra Widiastawa merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier di lingkungan TNI AD.
Menurutnya, pengalaman penugasan dan kepemimpinan yang dimiliki diharapkan dapat memperkuat kesinambungan program satuan, meningkatkan profesionalisme prajurit, mempererat sinergi dengan seluruh komponen bangsa, serta menjaga kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Kebanggaan daerah harus menjadi pengabdian nyata
Lahir dan tumbuh sebagai putra daerah Bali, penunjukan Mayjen TNI Putra Widiastawa tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Pulau Dewata, khususnya warga Singaraja dan Kabupaten Buleleng.
Namun, makna terbesar dari sebuah jabatan bukanlah kebanggaan atas asal-usul, melainkan bagaimana amanah tersebut dijalankan dengan integritas, ketegasan, dan tanggung jawab. Keberhasilan kepemimpinan pada akhirnya akan dinilai dari profesionalisme prajurit, kuatnya koordinasi antarlembaga, serta manfaat yang dirasakan masyarakat.
Di sisi lain, penugasan Mayjen TNI Piek Budyakto sebagai Pangdam V/Brawijaya menegaskan bahwa pengabdian kepada bangsa tidak dibatasi oleh satu wilayah maupun jabatan. Setiap penugasan merupakan kesempatan untuk memberikan kontribusi terbaik bagi negara.
Dari Singaraja, Mayjen TNI Putra Widiastawa kini membawa amanah besar untuk memimpin Kodam IX/Udayana. Harapan masyarakat pun menyertai langkahnya: menghadirkan kepemimpinan yang profesional, memperkuat persatuan, menjaga keamanan, dan memastikan bahwa semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat terus tumbuh.
Sebab, kebanggaan seorang putra daerah bukan semata-mata ketika berhasil mencapai puncak karier, melainkan ketika kepercayaan yang diberikan mampu diwujudkan menjadi pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Yadon










