MAJALENGKA, NR – Dukungan terhadap Muhammad Kazuo Yashiro Ramadhan, siswa SDN II Sutawangi, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, yang akan mewakili Provinsi Jawa Barat dalam Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat nasional, terus mengalir.
Pada Rabu, 21 Oktober 2026, Kazuo didampingi kepala sekolah, Ketua Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kabupaten Majalengka, serta Pengawas Pendidikan Agama Islam, bersilaturahmi dengan Kapolsek Jatiwangi, AKP Rudy Djunardi, S.H., M.H., CPHR.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolsek memberikan motivasi dan dukungan kepada Kazuo yang akan mengikuti Olimpiade Pendidikan Agama Islam V di Lampung pada 20 November 2026 mendatang.
Sosok AKP Rudy Djunardi dikenal dekat dengan masyarakat. Semasa sekolah, ia aktif dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Selain dikenal ramah dan murah senyum, ia juga memiliki kegemaran bermain gitar.
Dalam sambutannya, AKP Rudy menyampaikan pesan moral agar Kazuo terus bersemangat, belajar dengan sungguh-sungguh, serta mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi kompetisi tingkat nasional tersebut.
“Semua orang pasti ingin menjadi juara. Namun, yang terpenting, Kazuo sudah menjadi anak terbaik karena mampu membawa nama Jawa Barat ke tingkat nasional. Juara itu bonus,” ungkap Kapolsek memberikan motivasi.
Ia juga mengajak masyarakat Jawa Barat untuk memberikan doa dan dukungan kepada Kazuo agar dapat mengikuti seluruh rangkaian perlombaan dengan baik.
Menurutnya, prestasi anak-anak sejak usia dini patut menjadi kebanggaan bersama. Dukungan keluarga, guru, sekolah, dan masyarakat sangat penting untuk membangun kepercayaan diri serta mendorong tumbuhnya generasi muda yang berprestasi dan berakhlak baik.
Sementara itu, Ketua AGPAII Kabupaten Majalengka, Iding Sahidin, S.Pd., menyampaikan terima kasih kepada Kapolsek Jatiwangi atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada Kazuo.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya para guru di Kabupaten Majalengka dan umumnya guru se-Jawa Barat, untuk bersama-sama mendoakan perjuangan Kazuo dalam membawa nama daerah di ajang nasional.
Menurut Iding, Olimpiade Pendidikan Agama Islam bukan sekadar kompetisi untuk meraih gelar juara. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana menguji pengetahuan peserta tentang agama Islam, keterampilan teknologi informasi (IT), serta kecermatan dalam menjawab berbagai soal.
Dukungan yang diberikan berbagai pihak diharapkan menjadi penyemangat bagi Kazuo untuk tampil maksimal dan membawa kebanggaan bagi keluarga, sekolah, Kabupaten Majalengka, serta Provinsi Jawa Barat.
Semoga langkah Kazuo dalam Olimpiade Pendidikan Agama Islam V di Lampung berjalan lancar dan memberikan hasil terbaik.
DN
