DPRD Kota Bandung Dorong Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja

Bandung, NR-  Kesehatan mental menjadi perhatian DPRD Kota Bandung dalam upaya membangun lingkungan kerja yang sehat, memperkuat hubungan antarpersonel, dan mendukung pencapaian target organisasi. Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung, Radea Respati Paramudhita, menekankan pentingnya kepemimpinan yang sehat, kepedulian terhadap sesama, serta penguatan karakter untuk menciptakan suasana kerja yang positif, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Menurut Radea, program sosialisasi perlu menghasilkan manfaat nyata bagi peserta, baik berupa peningkatan pemahaman maupun perubahan perilaku di tempat kerja dan masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa setiap program yang dijalankan perlu memiliki sasaran dan hasil yang jelas.

Dalam menjalankan kepemimpinan, Radea menilai bahwa pemahaman terhadap anggota organisasi tidak cukup hanya berdasarkan nama atau data administratif. Pemimpin perlu mengenali motivasi, kondisi, serta kendala yang dihadapi orang-orang yang berada dalam tanggung jawabnya.

Radea menyoroti pentingnya hasil konkret dari kegiatan sosialisasi untuk mendukung perubahan perilaku. Ia menyampaikan pandangannya mengenai manfaat yang perlu dirasakan oleh peserta kegiatan tersebut.

“Kegiatan sosialisasi perlu memberikan manfaat nyata bagi peserta, baik dalam meningkatkan pemahaman maupun mendorong perubahan perilaku di lingkungan kerja dan masyarakat,” kata Radea Respati Paramudhita, Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung.

Pemahaman terhadap kondisi anggota organisasi dinilai dapat membantu pemimpin mengenali persoalan lebih awal dan menentukan penanganan yang sesuai. Selain perhatian kepada orang lain, Radea juga mengingatkan pentingnya kesadaran individu terhadap kondisi diri sendiri sebelum memberikan bantuan kepada pihak lain.

Ia mengaitkan kesadaran diri dengan kemampuan menjaga hubungan interpersonal dan mengendalikan perilaku dalam lingkungan kerja. Menurut Radea, kedua hal tersebut merupakan bagian penting dalam membangun interaksi yang sehat.

“Kesadaran terhadap diri sendiri dan kemampuan menjaga perilaku menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang sehat dengan orang lain,” ujar Radea.

Selain kesehatan mental dan hubungan kerja, Radea menekankan perlunya sikap sabar, profesional, dan bertanggung jawab, terutama bagi individu yang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Ia mengingatkan bahwa jabatan dan kesempatan yang diperoleh harus dipandang sebagai amanah.

Dalam pandangannya, dukungan yang diterima seseorang selama perjalanan karier juga berkaitan dengan tanggung jawab untuk memberikan kinerja dan pengabdian. Ia menilai kepercayaan tersebut perlu dijawab melalui pelaksanaan tugas yang bertanggung jawab.

“Dukungan yang diberikan kepada seseorang dalam perjalanan kariernya juga perlu diingat sebagai bentuk kepercayaan yang harus dibalas melalui kinerja dan pengabdian,” kata Radea.

Radea turut menyoroti pemanfaatan sumber daya manusia dalam pelayanan publik. Menurut dia, sumber daya yang tersedia perlu dioptimalkan agar kebutuhan masyarakat tetap dapat dipenuhi meskipun organisasi menghadapi keterbatasan.

Integritas juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan tugas organisasi. Radea mengingatkan agar setiap individu menjaga perilaku dan tidak menggunakan kewenangan untuk kepentingan pribadi, terutama ketika menjalankan tanggung jawab yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat.

Ia menghubungkan penerapan integritas dengan upaya memperbaiki kualitas pelayanan dan membangun hubungan yang baik antara pimpinan, pegawai, serta masyarakat.

“Kami berharap sikap tersebut dapat membangun lingkungan kerja yang lebih sehat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menumbuhkan kepercayaan dan hubungan yang baik antara pimpinan, pegawai, dan masyarakat,” pungkas Radea.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *