Hari Santri, Farhan Ingatkan Santri Soal Informasi dan Interaksi di Era Digital

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menilai, pendidikan karakter menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan era digital.

Menurutnya, derasnya informasi dan dinamika dunia digital perlu diimbangi dengan karakter yang kuat.

Hal tersebut disampaikan Farhan seusai mengikuti Upacara Peringatan Hari Santri Nasional di Plaza Balai Kota Bandung, Kamis, 22 Oktober 2026.

Farhan mengatakan, pendidikan karakter tidak cukup hanya mengandalkan ruang digital. Interaksi secara langsung atau tatap muka tetap memiliki peran penting dalam membangun kepribadian anak dan generasi muda.

“Bagaimana juga pembentukan karakter, pendidikan pembentukan karakter itu harus dilakukan dalam bentuk tatap muka,” ujar Farhan.

Ia menggambarkan dunia digital saat ini sebagai ruang yang sangat luas dan dinamis. Karena itu, generasi muda membutuhkan fondasi karakter yang kuat agar mampu menghadapi berbagai informasi, pengaruh, dan persoalan yang muncul di dalamnya.

“Di dalam dunia digital yang sekarang masih terasa sangat dalam tanda kutip seperti rimba belantara. Untuk bisa bertahan di dalamnya harus diberikan dulu karakter yang kuat,” katanya.

Menurut Farhan, lingkungan pesantren memiliki keunggulan dalam proses pendidikan karakter karena proses pembelajaran berlangsung secara langsung dan intensif.

Pendidikan berbasis asrama, kata dia, memungkinkan pembentukan kedisiplinan dilakukan secara konsisten dalam keseharian santri, mulai dari aktivitas sebelum subuh hingga malam hari.

“Pendidikan face to face dalam bentuk asrama, boarding house 24 jam, dididik dengan kedisiplinan dari sejak sebelum subuh sampai isya. Ini adalah bagian dari untuk membangun karakter tersebut,” tuturnya.

Farhan menilai pola pendidikan karakter yang berkembang di pesantren bahkan telah banyak diadopsi oleh keluarga-keluarga di berbagai daerah di Indonesia.

Karena itu, momentum Hari Santri dinilai tidak hanya menjadi pengingat terhadap sejarah perjuangan para santri, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat peran pesantren dalam mempersiapkan generasi yang tangguh menghadapi perubahan zaman.

“Semoga kita semua menjadi santri-santri bangsa,” ujar Farhan. (ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *