Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Wali Kota Bandung: Pemimpin Harus Siap Hadapi Ketidaknyamanan

badge-check


					Wali Kota Bandung: Pemimpin Harus Siap Hadapi Ketidaknyamanan Perbesar

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan merefleksikan bahwa pemimpin bukanlah posisi yang menghadirkan kenyamanan, melainkan kesiapan untuk menghadapi berbagai ketidaknyamanan secara langsung di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Kajian Rutin KOPIAH F3U (Kajian Obrolan Perihal Amal Kebaikan, Iman, dan Hikmah Forum Ulama Umaro Utama Bandung) di Pendopo, Sabtu 31 Januari 2026.

“Secara pribadi saya menyimpulkan bahwa memang pekerjaan jadi pemimpin adalah pekerjaan yang tidak boleh nyaman,” ujar Farhan.

Menurutnya, berbagai fasilitas jabatan seperti rumah dinas, kendaraan dinas, hingga pengawalan tidak serta-merta menghadirkan ketenangan batin ketika seorang pemimpin menyadari masih banyak persoalan warga yang harus diselesaikan.

Farhan menyebut, ketidaknyamanan justru menjadi pengingat agar seorang pemimpin tidak larut dalam rasa aman, melainkan terus hadir dan peka terhadap kondisi nyata masyarakat.

“Tidak kemudian membuat saya ‘ah sudah beres, sudah nyaman di dalam mobil AC’. Tidak bisa. Ada banyak ketidaknyamanan yang harus dihadapi dan itu dihadapinya harus bersama-sama,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya ruang dialog antara ulama, umaro, dan umat dalam menghadapi tantangan sosial di era digital saat ini, terutama dalam menyikapi informasi yang beredar di masyarakat.

“Itu sebabnya kita membuat forum ini. Forum ulama, umaro, dan umat. Yang utama apa? Ya umat yang diutamakan,” ucapnya.

Kajian rutin KOPIAH F3U ini merupakan edisi keempat yang digelar Forum Ulama Umaro Utama Bandung.

Kegiatan ini dilaksanakan sebulan sekali setiap Sabtu di akhir pekan sebagai ruang pertemuan dan dialog.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut antara lain Ustaz Erick Yusuf, Ulama KH Miftah Farid, dan Budayawan Aat Soeratin.

Baca Lainnya

ANTISIPASI GANGGUAN KEAMANAN POLSEK KAPUAS HULU OPTIMALKAN JAGA MAKO MALAM

7 Mei 2026 - 14:33 WIB

POLSEK KAPUAS HULU SIAGA JAGA MAKO MALAM HARI ANTISIPASI GANGGUAN KEAMANAN

7 Mei 2026 - 14:29 WIB

Harapan Delapan Orang Warga Karawang Berubah Menjadi Kenyataan Pahit Praktik TPPO

7 Mei 2026 - 14:04 WIB

BHABINKAMTIBMAS PANIMBARAYA NGOPI BARENG WARNAI SILATURAHMI

7 Mei 2026 - 10:52 WIB

SATLANTAS POLRES SERUYAN TINJAU RISK ASSESMENT LATIHAN BALAP ATLET PORPROV

7 Mei 2026 - 10:46 WIB

Trending di News